Jump to content

Subnetting: Contoh Oktet ke-3 vs ke-4

From Haidhi Wiki
Revision as of 02:01, 2 July 2026 by SanzSkuy (talk | contribs)

Halaman ini berisi dua contoh subnetting yang dikerjakan tertulis langkah demi langkah, pakai IP yang sama persis tapi mask berbeda:

  • 172.19.216.50/23 → subnetting di oktet ke-3
  • 172.19.216.50/28 → subnetting di oktet ke-4

Sengaja dipasangkan begini biar kelihatan: mask yang beda bikin SEMUA jawaban beda, walaupun IP-nya sama. Metode dasarnya dari Magic Number Method.

Langkah 0: Tentukan Oktet Kerja

Hal pertama yang dicari selalu: kita subnetting di oktet mana?

Prefix Oktet kerja
/1 – /8 ke-1
/9 – /16 ke-2
/17 – /24 ke-3
/25 – /31 ke-4

Tips dari Flackbox yang layak ditiru: garisbawahi oktet kerjanya di kertas begitu ketemu, biar gak kebalik-balik pas ngitung nanti. Misal: 172.19.216.50/23.

Oktet di kiri oktet kerja gak akan pernah berubah — itu murni network. Semua aksi terjadi di oktet kerja (dan oktet setelahnya ikut jadi 0 / 255).

Contoh A — 172.19.216.50/23 (oktet ke-3)

Soal: cari network address, broadcast address, dan range host valid.

Step 1 — oktet kerja. /23 ada di rentang /17–/24 → oktet ke-3. Garisbawahi: 172.19.216.50/23. Bagian 172.19. gak akan berubah.

Step 2 — cari block size. Hitung bit ke-23 jatuh di kolom nilai berapa. Bit 17–24 ada di oktet ke-3 dengan nilai kolom 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, 1. Bit ke-23 = kolom 2.

Oktet ke-3:  128  64  32  16   8   4   2   1
bit ke-:      17  18  19  20  21  22  [23]
                                       ↑ block size = 2

(Ini setara sama magic number: mask /23 = 255.255.254.0 → 256 − 254 = 2.)

Step 3 — network address. Network naik kelipatan 2 di oktet ke-3:

172.19.0.0/23, 172.19.2.0/23, 172.19.4.0/23, … 172.19.216.0/23, 172.19.218.0/23, …

Nilai oktet ke-3 IP = 216. Kelipatan 2 terbesar ≤ 216 = 216 (pas genap).

Network address: 172.19.216.0/23
Network berikutnya: 172.19.218.0/23

Step 4 — broadcast address. Broadcast = satu kurangnya dari network berikutnya:

172.19.218.0 − 1 = 172.19.217.255

Template:Note

Step 5 — range host valid. Semua alamat di antara network dan broadcast:

172.19.216.1 s/d 172.19.217.254

Hati-hati nulisnya: host terakhir itu 172.19.217.254 (satu kurangnya dari broadcast 217.255) — jangan ketulis 172.19.216.254. Angka 216-nya nempel di kepala dari soal, jadi gampang kepeleset.

Contoh B — 172.19.216.50 255.255.255.240 (oktet ke-4)

Soal: IP sama, tapi mask sekarang 255.255.255.240 (/28).

Step 1 — oktet kerja. Tiga oktet pertama mask = 255 → bukan di situ. Oktet ke-4 = 240 → oktet kerja = ke-4. Garisbawahi: 172.19.216.50/28. Bagian 172.19.216 gak berubah.

Step 2 — block size. Jumlahin nilai kolom dari kiri sampai ketemu 240:

128 + 64 = 192
192 + 32 = 224
224 + 16 = 240  ← berhenti di kolom 16

4 bit pertama oktet ke-4 dipinjam buat network, 4 bit sisanya buat host. Batas jatuh di kolom 16 → block size = 16. (Magic number: 256 − 240 = 16, sama.)

Step 3 — network address. Network naik kelipatan 16 di oktet ke-4:

172.19.216.0/28, .16/28, .32/28, .48/28, .64/28, …

Oktet ke-4 IP = 50. Posisi 50 ada di antara 48 dan 64 → masuk subnet .48.

Network address: 172.19.216.48/28
Network berikutnya: 172.19.216.64/28

Step 4 — broadcast address. Satu kurangnya dari network berikutnya:

64 − 1 = 63 → 172.19.216.63

Step 5 — range host valid:

172.19.216.49 s/d 172.19.216.62

(49 = network + 1, 62 = broadcast − 1.)

Perbandingan Berdampingan

IP sama, mask beda, hasil beda total:

172.19.216.50/23 172.19.216.50/28
Oktet kerja ke-3 ke-4
Subnet mask 255.255.254.0 255.255.255.240
Block size 2 (di oktet ke-3) 16 (di oktet ke-4)
Network address 172.19.216.0 172.19.216.48
Broadcast 172.19.217.255 172.19.216.63
Host valid 172.19.216.1 – 172.19.217.254 172.19.216.49 – 172.19.216.62
Jumlah host 2⁹ − 2 = 510 2⁴ − 2 = 14

Pelajaran utamanya: jangan pernah jawab soal subnetting sebelum nemuin oktet kerja. IP-nya boleh sama persis — begitu mask-nya beda, network, broadcast, dan range-nya beda semua.

Checklist Ngerjain Soal (Format Exam)

  1. Cari oktet kerja dari prefix/mask. Garisbawahi.
  2. Cari block size (256 − nilai mask di oktet kerja).
  3. Tulis kelipatan block size → pilih kelipatan terbesar ≤ nilai IP di oktet kerja = network address.
  4. Network berikutnya = network + block size.
  5. Broadcast = network berikutnya − 1.
  6. Host valid = network + 1 s/d broadcast − 1.
  7. Sanity check dua jebakan: (a) di oktet ke-2/ke-3, broadcast diakhiri 255 bukan 0; (b) host terakhir pakai oktet dari broadcast, bukan dari network.

Lihat Juga