Subnetting: Contoh Oktet ke-3 vs ke-4
Halaman ini berisi dua contoh subnetting yang dikerjakan tertulis langkah demi langkah, pakai IP yang sama persis tapi mask berbeda:
- 172.19.216.50/23 → subnetting di oktet ke-3
- 172.19.216.50/28 → subnetting di oktet ke-4
Sengaja dipasangkan begini biar kelihatan: mask yang beda bikin SEMUA jawaban beda, walaupun IP-nya sama. Metode dasarnya dari Magic Number Method.
Langkah 0: Tentukan Oktet Kerja
Hal pertama yang dicari selalu: kita subnetting di oktet mana?
| Prefix | Oktet kerja |
|---|---|
| /1 – /8 | ke-1 |
| /9 – /16 | ke-2 |
| /17 – /24 | ke-3 |
| /25 – /31 | ke-4 |
Tips dari Flackbox yang layak ditiru: garisbawahi oktet kerjanya di kertas begitu ketemu, biar gak kebalik-balik pas ngitung nanti. Misal: 172.19.216.50/23.
Oktet di kiri oktet kerja gak akan pernah berubah — itu murni network. Semua aksi terjadi di oktet kerja (dan oktet setelahnya ikut jadi 0 / 255).
Contoh A — 172.19.216.50/23 (oktet ke-3)
Soal: cari network address, broadcast address, dan range host valid.
Step 1 — oktet kerja. /23 ada di rentang /17–/24 → oktet ke-3. Garisbawahi: 172.19.216.50/23. Bagian 172.19. gak akan berubah.
Step 2 — cari block size. Hitung bit ke-23 jatuh di kolom nilai berapa. Bit 17–24 ada di oktet ke-3 dengan nilai kolom 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, 1. Bit ke-23 = kolom 2.
Oktet ke-3: 128 64 32 16 8 4 2 1
bit ke-: 17 18 19 20 21 22 [23]
↑ block size = 2
(Ini setara sama magic number: mask /23 = 255.255.254.0 → 256 − 254 = 2.)
Step 3 — network address. Network naik kelipatan 2 di oktet ke-3:
172.19.0.0/23, 172.19.2.0/23, 172.19.4.0/23, … 172.19.216.0/23, 172.19.218.0/23, …
Nilai oktet ke-3 IP = 216. Kelipatan 2 terbesar ≤ 216 = 216 (pas genap).
- Network address: 172.19.216.0/23
- Network berikutnya: 172.19.218.0/23
Step 4 — broadcast address. Broadcast = satu kurangnya dari network berikutnya:
- 172.19.218.0 − 1 = 172.19.217.255
Catatan: Jebakan paling umum di oktet ke-3: broadcast-nya 255 di oktet ke-4, BUKAN 0. Jawabannya 172.19.217.255, bukan 172.19.217.0. Malah, 172.19.217.0 itu alamat host yang valid di range ini dan boleh dipasang ke PC — kelihatan aneh, tapi sah, karena buat /23 oktet ke-4 sepenuhnya bagian host.
Step 5 — range host valid. Semua alamat di antara network dan broadcast:
- 172.19.216.1 s/d 172.19.217.254
Hati-hati nulisnya: host terakhir itu 172.19.217.254 (satu kurangnya dari broadcast 217.255) — jangan ketulis 172.19.216.254. Angka 216-nya nempel di kepala dari soal, jadi gampang kepeleset.
Contoh B — 172.19.216.50 255.255.255.240 (oktet ke-4)
Soal: IP sama, tapi mask sekarang 255.255.255.240 (/28).
Step 1 — oktet kerja. Tiga oktet pertama mask = 255 → bukan di situ. Oktet ke-4 = 240 → oktet kerja = ke-4. Garisbawahi: 172.19.216.50/28. Bagian 172.19.216 gak berubah.
Step 2 — block size. Jumlahin nilai kolom dari kiri sampai ketemu 240:
128 + 64 = 192 192 + 32 = 224 224 + 16 = 240 ← berhenti di kolom 16
4 bit pertama oktet ke-4 dipinjam buat network, 4 bit sisanya buat host. Batas jatuh di kolom 16 → block size = 16. (Magic number: 256 − 240 = 16, sama.)
Step 3 — network address. Network naik kelipatan 16 di oktet ke-4:
172.19.216.0/28, .16/28, .32/28, .48/28, .64/28, …
Oktet ke-4 IP = 50. Posisi 50 ada di antara 48 dan 64 → masuk subnet .48.
- Network address: 172.19.216.48/28
- Network berikutnya: 172.19.216.64/28
Step 4 — broadcast address. Satu kurangnya dari network berikutnya:
- 64 − 1 = 63 → 172.19.216.63
Step 5 — range host valid:
- 172.19.216.49 s/d 172.19.216.62
(49 = network + 1, 62 = broadcast − 1.)
Perbandingan Berdampingan
IP sama, mask beda, hasil beda total:
| 172.19.216.50/23 | 172.19.216.50/28 | |
|---|---|---|
| Oktet kerja | ke-3 | ke-4 |
| Subnet mask | 255.255.254.0 | 255.255.255.240 |
| Block size | 2 (di oktet ke-3) | 16 (di oktet ke-4) |
| Network address | 172.19.216.0 | 172.19.216.48 |
| Broadcast | 172.19.217.255 | 172.19.216.63 |
| Host valid | 172.19.216.1 – 172.19.217.254 | 172.19.216.49 – 172.19.216.62 |
| Jumlah host | 2⁹ − 2 = 510 | 2⁴ − 2 = 14 |
Pelajaran utamanya: jangan pernah jawab soal subnetting sebelum nemuin oktet kerja. IP-nya boleh sama persis — begitu mask-nya beda, network, broadcast, dan range-nya beda semua.
Checklist Ngerjain Soal (Format Exam)
- Cari oktet kerja dari prefix/mask. Garisbawahi.
- Cari block size (256 − nilai mask di oktet kerja).
- Tulis kelipatan block size → pilih kelipatan terbesar ≤ nilai IP di oktet kerja = network address.
- Network berikutnya = network + block size.
- Broadcast = network berikutnya − 1.
- Host valid = network + 1 s/d broadcast − 1.
- Sanity check dua jebakan: (a) di oktet ke-2/ke-3, broadcast diakhiri 255 bukan 0; (b) host terakhir pakai oktet dari broadcast, bukan dari network.