Jump to content

Lapisan Transport (TCP dan UDP)

From Haidhi Wiki
Revision as of 09:03, 28 June 2026 by SanzSkuy (talk | contribs) (Created page with "'''Lapisan Transport''' adalah '''Layer 4''' dalam Model OSI, bertanggung jawab atas transfer data ''end-to-end'' antar proses pada host yang berbeda. Dua protokol utamanya adalah '''TCP''' (''Transmission Control Protocol'') dan '''UDP''' (''User Datagram Protocol''). Halaman ini membahas fungsi lapisan transport, ''session multiplexing'', port number, karakteristik TCP dan UDP beserta header-nya, serta kapan masing-masing dipakai. {| class="wikitable" style="float...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Lapisan Transport adalah Layer 4 dalam Model OSI, bertanggung jawab atas transfer data end-to-end antar proses pada host yang berbeda. Dua protokol utamanya adalah TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). Halaman ini membahas fungsi lapisan transport, session multiplexing, port number, karakteristik TCP dan UDP beserta header-nya, serta kapan masing-masing dipakai.

Ringkasan
Atribut Nilai
Layer (OSI) 4 (Transport)
PDU Segment (TCP) / Datagram (UDP)
Pengalamatan Port number (16-bit)
Protokol utama TCP, UDP

Fungsi lapisan transport

Lapisan transport menyediakan transfer data yang transparan antar host dan menangani:

  • Error recovery (pemulihan kesalahan) end-to-end.
  • Flow control — menyesuaikan laju pengiriman dari pengirim agar penerima sanggup menampung seluruh data tanpa kewalahan.
  • Session multiplexing — mengelola banyak sesi sekaligus melalui satu jalur.

Session multiplexing

Session multiplexing memungkinkan satu host menjalankan banyak sesi secara bersamaan dan mengelola tiap aliran lalu lintas secara terpisah melalui satu link. Misalnya, satu komputer dapat membuka sesi HTTP, mengirim email via SMTP, dan menjalankan SSH pada saat yang sama. Yang memisahkan tiap aliran adalah port number.

Port number

  • Destination port mengidentifikasi protokol/aplikasi tujuan (mis. HTTP=80, SMTP=25). Server "mendengarkan" pada port yang telah disepakati.
  • Source port ditambahkan pengirim, umumnya berupa angka tinggi acak (ephemeral port), untuk menandai sesi di sisi klien.

Kombinasi source dan destination port dipakai untuk melacak sesi. Identitas lengkap sebuah koneksi sebenarnya adalah 5-tuple: protokol, source IP, source port, destination IP, dan destination port. Pasangan IP+port di tiap ujung inilah yang disebut socket.

Rentang port (IANA)
Rentang Kategori
0–1023 Well-known (port server umum)
1024–49151 Registered
49152–65535 Dynamic / ephemeral (umumnya source port)

Contoh pertukaran: klien mengirim ke server dengan DST: 80, SRC: 1500; server membalas dengan DST: 1500, SRC: 80 (source dan destination tertukar pada arah balik).

TCP

TCP bersifat connection-oriented dan reliable. Karakteristik utamanya:

  • Connection-oriented — koneksi dibangun lebih dulu (lihat three-way handshake); setelah terbentuk, data mengalir dua arah.
  • Sequencing — tiap segment diberi nomor urut sehingga penerima dapat menyusun ulang urutan yang benar dan mendeteksi segment yang hilang.
  • Reliable — penerima mengirim acknowledgment (ACK) kembali; segment yang hilang dikirim ulang.
  • Flow control — laju pengiriman disesuaikan dengan kapasitas penerima.

Three-way handshake

Sebelum data dikirim, TCP membangun koneksi melalui tiga langkah:

Klien                                Server
  │  ── SYN  (seq=x) ──────────────►  │   "buka koneksi"
  │  ◄──── SYN-ACK (seq=y, ack=x+1) ─ │   "diterima"
  │  ── ACK  (ack=y+1) ────────────►  │   "siap"
  │                                   │
  └────── koneksi terbentuk ──────────┘
         transfer data dua arah

Flag kontrol pada header TCP yang terlibat: SYN, ACK, FIN, RST, PSH, URG.

Header TCP

Header TCP berukuran minimal 20 byte.

Field header TCP
Field Ukuran (bit) Fungsi
Source Port 16 Port pengirim
Destination Port 16 Port tujuan
Sequence Number 32 Nomor urut segment (untuk sequencing)
Acknowledgment Number 32 Byte berikutnya yang diharapkan (untuk reliability)
Header Length 4 Panjang header (data offset)
Reserved 6 Dicadangkan
Control bits (flags) 6 SYN, ACK, FIN, RST, PSH, URG
Window 16 Jumlah byte yang sanggup diterima (flow control)
Checksum 16 Deteksi error
Urgent Pointer 16 Penanda data mendesak
Options 0 atau 32 Opsi tambahan (jika ada)
Data bervariasi Muatan

UDP

UDP mengirim lalu lintas secara best-effort dan merupakan kebalikan dari TCP:

  • Tidak connection-oriented — tidak ada handshake.
  • Tidak ada sequencing — urutan dan kelengkapan segment tidak dijamin.
  • Tidak reliable — penerima tidak mengirim acknowledgment.
  • Tidak ada flow control.

Jika deteksi dan pemulihan error dibutuhkan, hal itu menjadi tanggung jawab lapisan di atasnya (aplikasi).

Header UDP

Header UDP jauh lebih ramping, hanya 8 byte — inilah sumber overhead-nya yang rendah.

Field header UDP
Field Ukuran (bit) Fungsi
Source Port 16 Port pengirim
Destination Port 16 Port tujuan
Length 16 Panjang datagram
Checksum 16 Deteksi error
Data bervariasi Muatan

TCP vs UDP

Perbandingan TCP dan UDP
Aspek TCP UDP
Koneksi Connection-oriented (handshake) Connectionless (best-effort)
Reliability Reliable (ACK + retransmit) Tidak reliable
Sequencing Ya Tidak
Flow control Ya Tidak
Ukuran header 20 byte 8 byte
Overhead Tinggi Rendah
Cocok untuk Data yang butuh keutuhan (web, file, email) Real-time (voice, video, game)

Pengembang aplikasi memilih TCP untuk lalu lintas yang membutuhkan keandalan. Aplikasi real-time seperti suara dan video tidak sanggup menanggung overhead TCP, sehingga memakai UDP — paket yang terlambat lebih merugikan daripada paket yang hilang. Sebagian aplikasi dapat memakai keduanya.

Port aplikasi umum

Aplikasi dan port tujuannya
Aplikasi Port Protokol
FTP (data / kontrol) 20 / 21 TCP
SSH 22 TCP
Telnet 23 TCP
SMTP 25 TCP
DNS 53 TCP dan UDP
DHCP 67 / 68 UDP
TFTP 69 UDP
HTTP 80 TCP
NTP 123 UDP
SNMP 161 UDP
HTTPS 443 TCP

Posisi dalam enkapsulasi

Sebagai Layer 4, lapisan transport menerima data dari lapisan atas, menambahkan header TCP/UDP (termасuk port), lalu menyerahkan segment/datagram ke Layer 3 (Network) untuk dibungkus menjadi packet. Lihat Model OSI untuk gambaran lengkap proses enkapsulasi.

Lihat pula


Pranala luar