Cisco IOS
Cisco IOS (Internetwork Operating System) adalah sistem operasi yang menjalankan mayoritas router dan switch enterprise buatan Cisco. Halaman ini merangkum dasar-dasar pengelolaan perangkat berbasis IOS: keluarga sistem operasi Cisco, metode koneksi ke perangkat, navigasi antarmuka baris perintah (CLI), serta manajemen dan penyimpanan konfigurasi.
| Atribut | Nilai |
|---|---|
| Tipe | OS perangkat jaringan |
| Antarmuka | CLI (Command Line Interface) |
| Akses awal | Console (tanpa IP) |
| Akses jaringan | SSH (Telnet tidak disarankan) |
| Penyimpanan config | Flash, NVRAM, RAM |
Sejarah singkat
Cisco memulai bisnis pada 1984 dengan produk router, dan sejak awal router-nya menggunakan IOS. Lini produk lain masuk melalui akuisisi:
- Switch Catalyst berasal dari akuisisi Crescendo (1993). Sistem operasi switch awalnya CatOS, yang kini sudah usang (deprecated).
- Firewall berasal dari akuisisi PIX milik Network Translation (1995), dengan sistem operasi Finesse.
Seiring waktu, switch dan firewall diport ke IOS agar antarmukanya seragam. IOS kemudian menjadi sistem operasi standar bagi sebagian besar perangkat enterprise Cisco.
Keluarga sistem operasi Cisco
| OS | Platform utama |
|---|---|
| IOS | Mayoritas router & switch enterprise |
| CatOS | Switch Catalyst generasi awal (usang) |
| NX-OS | Switch data center Nexus dan MDS |
| IOS-XR | Router service provider: NCS, CRS, ASR9000, XR12000 |
| IOS-XE | Router service provider ASR1000 |
CLI dari sistem operasi lain (NX-OS, IOS-XR, IOS-XE) hampir identik dengan IOS, sehingga keterampilan pada satu platform mudah dialihkan ke platform lain.
Metode koneksi ke perangkat
Ada dua cara dasar untuk mencapai CLI sebuah perangkat Cisco, dengan tujuan berbeda:
| Metode | Jenis | Kegunaan | Catatan |
|---|---|---|---|
| SSH | Jaringan | Manajemen harian via management IP | Aman (terenkripsi); metode yang disarankan |
| Telnet | Jaringan | Sama seperti SSH | Tidak disarankan — plaintext/tidak aman |
| Console | Fisik (serial) | Konfigurasi awal & pemulihan | Tidak memerlukan IP |
Pada jaringan enterprise, login biasanya tidak bersifat lokal pada perangkat melainkan disentralisasi melalui server AAA (Authentication, Authorization, and Accounting).
In-band vs out-of-band management
- In-band management — perangkat dikelola melalui jaringan produksi yang sama dengan lalu lintas pengguna.
- Out-of-band (OOB) management — tersedia jaringan manajemen terpisah khusus untuk administrasi.
Keunggulan OOB: jika jaringan produksi mengalami gangguan, administrator tetap dapat mengakses perangkat untuk memperbaikinya, karena jalur manajemen tidak ikut terdampak.
Koneksi console
Perangkat Cisco umumnya tidak memiliki IP address default. Hal ini menciptakan masalah bootstrap: untuk terhubung lewat jaringan dibutuhkan IP, tetapi untuk menetapkan IP itu perangkat harus sudah bisa diakses. Koneksi console memecahkan masalah ini — ia merupakan jalur fisik langsung yang tidak memerlukan IP sama sekali.
Console digunakan untuk:
- Konfigurasi awal — termasuk menetapkan IP address pertama kali.
- Pemulihan — saat IP perangkat tidak responsif (mis. jaringan bermasalah).
- Melihat proses boot — output boot terlihat melalui console sejak awal. Hal ini tidak mungkin via SSH, karena IP baru aktif setelah sistem selesai melakukan boot.
Kabel console
| Jenis | Konektor |
|---|---|
| Model lama | DB9 (serial) ke RJ45 |
| Model baru | USB ke Mini-USB |
Hierarki mode perintah IOS
CLI IOS terdiri atas beberapa mode berjenjang. Mode aktif dapat dikenali dari bentuk prompt-nya. Makin dalam levelnya, makin luas pula kewenangan untuk mengubah konfigurasi.
| Prompt | Mode | Cara masuk |
|---|---|---|
hostname> |
User Exec | (mode awal saat login) |
hostname# |
Privileged Exec | enable
|
hostname(config)# |
Global Configuration | configure terminal
|
hostname(config-if)# |
Interface Configuration | interface X
|
Navigasi antar level:
exit— turun (mundur) satu level.end(atau Ctrl-Z) — langsung kembali ke Privileged Exec dari level mana pun.
hostname> User Exec │ enable ▼ hostname# Privileged Exec │ configure terminal ▼ hostname(config)# Global Configuration │ interface X ▼ hostname(config-if)# Interface Configuration exit = naik satu level | end = langsung ke Privileged Exec
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Abbreviation | Perintah boleh disingkat selama hanya ada satu kecocokan, mis. en untuk enable.
|
| Context-sensitive help | Tanda ? menampilkan opsi: sh? (perintah berawalan "sh"), show ? (keyword setelah show).
|
| Ctrl-A | Pindahkan kursor ke awal baris. |
| Ctrl-U | Hapus seluruh baris. |
| Panah atas/bawah | Telusuri riwayat perintah pada level mode yang sama. |
| Enter / Spasi | Tampilkan output panjang baris demi baris / halaman demi halaman. |
| Ctrl-C | Hentikan output dan kembali ke prompt. |
Menyaring output dengan pipe
Tanda | menyaring output (mirip grep di Linux):
| Operator | Fungsi |
|---|---|
include |
Hanya baris yang cocok |
exclude |
Buang baris yang cocok |
begin |
Mulai dari kecocokan pertama |
section |
Tampilkan blok konfigurasi terkait |
Contoh:
show running-config | include FastEthernet0/0 show running-config | begin FastEthernet0/0 show running-config | exclude FastEthernet0/0 show running-config | section interface
Penyimpanan konfigurasi
IOS memisahkan penyimpanan ke dalam tiga lokasi:
| Lokasi | Isi | Sifat |
|---|---|---|
| Flash | Image IOS (sistem operasi) | Non-volatile |
| NVRAM | startup-config | Non-volatile |
| RAM | running-config | Volatile (hilang saat reboot) |
Saat perangkat boot, startup-config dari NVRAM dimuat ke RAM menjadi running-config.
Flash NVRAM RAM
[image IOS] [startup-config] ──boot──► [running-config]
▲ │
└──── copy run start ◄─────┘
non-volatile non-volatile volatile
Menyimpan dan mereset konfigurasi
Setiap perintah konfigurasi langsung aktif seketika di running-config (RAM), tetapi tidak persisten jika perangkat reboot. Karena itu perubahan harus disimpan secara eksplisit.
| Tujuan | Perintah |
|---|---|
| Simpan agar persisten | copy running-config startup-config (singkat: copy run start / wr)
|
| Hapus config & factory reset | erase startup-config (atau wr erase), lalu reload
|
Catatan: Lupa menjalankan copy run start setelah mengubah konfigurasi adalah kesalahan paling umum: perubahan tampak berfungsi, tetapi hilang begitu perangkat reboot.
Daftar perintah penting
| Perintah | Fungsi |
|---|---|
enable |
Masuk Privileged Exec |
configure terminal |
Masuk Global Configuration |
interface X |
Masuk Interface Configuration |
exit / end |
Turun satu level / kembali ke Privileged Exec |
show running-config |
Tampilkan konfigurasi aktif (RAM) |
show startup-config |
Tampilkan konfigurasi tersimpan (NVRAM) |
copy run start |
Simpan konfigurasi |
reload |
Mulai ulang perangkat |
Lihat pula