Jump to content

Kelas Alamat IP

From Haidhi Wiki

Catatan: Halaman ini membahas classful addressing. Konsep ini sudah obsolete di jaringan modern (digantikan CIDR/classless), namun tetap diujikan di CCNA dan istilahnya masih dipakai sehari-hari (mis. "Class A private range").

Kelas Alamat IP (IP Address Classes) adalah skema pembagian ruang alamat IPv4 menjadi blok-blok berukuran tetap berdasarkan jumlah host yang dapat ditampung. Skema ini dikoordinasikan secara global oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority).

Latar Belakang

Saat IPv4 dirancang, perancangnya tidak memperkirakan seberapa besar internet akan berkembang, sehingga ruang alamat 32-bit (~4,3 miliar alamat) ternyata tidak cukup untuk semua orang.

Model alokasi yang dimaksudkan bekerja seperti ini:

  • Sebuah perusahaan yang ingin terhubung ke internet mengajukan permintaan range alamat IP ke otoritas internet.
  • Jika punya 6000 host, mereka meminta blok yang cukup untuk itu plus ruang pertumbuhan.
  • Blok tersebut lalu dialokasikan ke host di berbagai kantornya.

Karena alamat tidak cukup, dua solusi muncul:

  • Jangka panjang: IPv6 dengan ruang alamat jauh lebih besar.
  • Workaround (mayoritas jaringan enterprise saat ini): alamat privat + NAT (Network Address Translation).

Untuk memahami materi classful, anggap konteks desain IPv4 awal di mana setiap host yang bisa berkomunikasi di internet memiliki alamat publik.

Ukuran Subnet

Semakin besar porsi host pada sebuah network, semakin banyak host yang bisa ditampung. Porsi ini ditentukan oleh subnet mask:

  • Subnet mask /8 → 24 bit tersisa untuk host
  • Subnet mask /24 → hanya 8 bit tersisa untuk host

Rumus jumlah host yang valid:

Host valid = 2^(jumlah bit host) − 2

Dikurangi 2 karena ada network address (semua bit host = 0) dan broadcast address (semua bit host = 1) yang tidak boleh dipakai host.

Cara Mengidentifikasi Kelas

Kelas ditentukan oleh high-order bits (bit paling kiri) pada octet pertama. Inilah cara tercepat mengenali kelas di CCNA:

Kelas High-order bits Octet pertama Default subnet mask
A 0xxxxxxx 1 – 126 /8 (255.0.0.0)
B 10xxxxxx 128 – 191 /16 (255.255.0.0)
C 110xxxxx 192 – 223 /24 (255.255.255.0)
D 1110xxxx 224 – 239 multicast, tidak ada
E 1111xxxx 240 – 255 reserved, tidak ada

Logika range: setiap kelas mengunci satu bit tambahan, sehingga range octet pertamanya terpotong setengah:

  • Class A kunci 1 bit (0) → maksimal 01111111 = 127
  • Class B kunci 2 bit (10) → 10000000 (128) s.d. 10111111 (191)
  • Class C kunci 3 bit (110) → 11000000 (192) s.d. 11011111 (223)

Class A

Class A diberikan untuk network dengan jumlah host sangat besar.

  • High-order bit (bit pertama) selalu 0.
  • Default subnet mask /8.
  • Range network valid: 1.0.0.0 s.d. 126.0.0.0 /8.
  • Mendukung 126 network dan 16.777.214 host per network.

Perhitungan: 7 bit network tersisa = 2⁷ = 128, dikurangi network 0 dan 127 (reserved) = 126 network. Host = 2²⁴ − 2 = 16.777.214.

Alamat Class A yang Direservasi

  • 0.0.0.0/8 → reserved, menandakan "this network". Alamat 0.0.0.1 – 0.255.255.255 bukan host address valid.
  • 127.0.0.0/8 → reserved sebagai loopback untuk menguji komputer lokal. Alamat 127.0.0.1 – 127.255.255.255 bukan host address valid.

Kedua blok ini menghapus 33.554.428 alamat dari pool global (2 × 16.777.214).

Class B

Class B diberikan untuk network ukuran menengah hingga besar.

  • Dua high-order bit selalu 1 0.
  • Default subnet mask /16.
  • Range network valid: 128.0.0.0 s.d. 191.255.0.0 /16.
  • Mendukung 16.384 network (2¹⁴) dan 65.534 host per network.
  • Di dunia nyata tetap akan di-subnet lebih lanjut.

Class C

Class C digunakan untuk network kecil.

  • Tiga high-order bit selalu 1 1 0.
  • Default subnet mask /24.
  • Range network valid: 192.0.0.0 s.d. 223.255.255.0 /24.
  • Mendukung 2.097.152 network (2²¹) dan 254 host per network.
  • Bisa dipakai apa adanya, atau di-subnet menjadi blok lebih kecil.

Class D (Multicast)

  • Direservasi untuk alamat IP multicast.
  • Empat high-order bit selalu 1 1 1 0.
  • Tidak dialokasikan ke host dan tidak punya default subnet mask.
  • Range: 224.0.0.0 s.d. 239.255.255.255.

Unicast vs Multicast

  • Unicast — komunikasi satu-ke-satu. Satu paket dengan satu alamat tujuan spesifik (mis. SRC 10.10.10.10 → DST 10.10.10.15).
  • Multicast — komunikasi satu-ke-banyak. Pengirim memakai alamat grup multicast sebagai tujuan (mis. DST 239.0.0.1), dan paket diteruskan ke semua penerima yang berlangganan grup tersebut.

Class E

  • Bersifat experimental and reserved for future use.
  • High-order bit selalu 1 1 1 1.
  • Tidak dialokasikan ke host dan tidak punya default subnet mask.
  • Range: 240.0.0.0 s.d. 255.255.255.255.
  • 255.255.255.255 adalah broadcast address untuk "this network".

Alamat Privat

Setiap kelas memiliki range alamat privat (RFC 1918). Alamat ini valid untuk host tetapi tidak di-route di internet publik. Awalnya dirancang untuk jaringan privat tertutup tanpa koneksi internet.

Kelas Range Privat
A 10.0.0.0 – 10.255.255.255
B 172.16.0.0 – 172.31.255.255
C 192.168.0.0 – 192.168.255.255

Pembahasan lengkap ada di alamat privat dan NAT.

Subnetting

Sebuah perusahaan tidak akan menaruh seluruh 16.777.214 host dalam satu logical network — buruk untuk performa dan keamanan. Mereka akan memecah alokasi /8 menjadi subnet-subnet lebih kecil per kantor/tipe host.

Contoh, jika menerima 15.0.0.0/8:

  • 15.0.1.0/24 → komputer sales di New York
  • 15.0.2.0/24 → PC accounting
  • 15.0.9.0/24 → komputer sales di Boston

Proses ini disebut Subnetting dan dibahas terpisah.

Ringkasan Kelas Alamat IP

Kelas Octet pertama Default mask (slash) Default mask (dotted decimal)
A 1 – 126 /8 255.0.0.0
B 128 – 191 /16 255.255.0.0
C 192 – 223 /24 255.255.255.0
D 224 – 239 — (multicast)
E 240 – 255 — (reserved)

Catatan: Octet 127 sengaja tidak masuk Class A maupun Class B karena seluruh 127.0.0.0/8 direservasi untuk loopback.

Lihat pula

Kategori:Jaringan Kategori:CCNA Kategori:IPv4