Catatan Historis: NACA dan NASA
Pasca demonstrasi penerbangan Wright Bersaudara pada 1908, terjadi ledakan perkembangan aviasi di Amerika Serikat dan Eropa. Penelitian aeronautika saat itu sangat mahal, padat SDM, dan membutuhkan fasilitas besar - sehingga berada di luar jangkauan industri swasta. Akibatnya, pemerintah nasional harus turun tangan membiayainya.
Inggris menjadi pelopor: mendirikan sekolah balon dan layang militer di Farnborough, lalu pada 1910 membuka Royal Aircraft Factory - fasilitas aeronautika pemerintah pertama di dunia - yang kemudian berkembang menjadi Royal Aircraft Establishment (RAE).
Kelahiran NACA (1915)
Amerika Serikat sempat tertinggal jauh dari Eropa pasca-1910. Untuk mengejar ketertinggalan ini, pada 3 Maret 1915, Kongres AS mendirikan National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) dengan anggaran awal $5.000/tahun selama 5 tahun. NACA beranggotakan 12 pakar aeronautika, termasuk:
- Prof. Joseph S. Ames (Johns Hopkins University, kelak menjadi Presiden universitas tersebut)
- Prof. William F. Durand (Stanford University)
Tugas NACA adalah memberi saran kepada pemerintah tentang riset dan pengembangan aeronautika.
Langley Memorial Aeronautical Research Laboratory
NACA segera menyadari bahwa komite advisory saja tidak cukup. Laporan tahunan pertamanya menyerukan fasilitas riset berskala besar milik pemerintah. Dorongan Perang Dunia I mempercepat tindakan ini. Pada 1917, NACA mengontrak pembangunan laboratorium riset di Langley Field, Hampton, Virginia senilai $80.900, lengkap dengan dua wind tunnel dan engine test stand.
Langley Memorial Aeronautical Research Laboratory menjadi satu-satunya laboratorium NACA selama 20 tahun ke depan. Pencapaian menonjolnya meliputi:
- Riset airfoil dan sayap pada 1920–1930-an
- Pengembangan NACA engine cowl - fairing aerodinamis untuk mesin piston radial yang secara dramatis mengurangi drag
Ekspansi dan Era Supersonik
Pada 1936, Direktur NACA Dr. George Lewis mencatat bahwa keunggulan AS mulai menyusut dibanding Eropa, khususnya Jerman. Menjelang Perang Dunia II, dua laboratorium baru didirikan:
- Ames Aeronautical Laboratory - Moffett Field, California (1939), untuk riset aerodinamika kecepatan tinggi
- Lewis Engine Research Laboratory - Cleveland, Ohio (1941), untuk riset mesin
Transisi ke NASA (1958)
Peluncuran Sputnik I oleh Uni Soviet pada 4 Oktober 1957 memicu kepanikan teknologi di AS. Sebagai respons, pada 29 Juli 1958, Kongres mengesahkan pembentukan National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui Public Law 85-568. NACA pun dibubarkan; seluruh program, personel, dan fasilitasnya dialihkan ke NASA sepenuhnya.
NASA lebih besar dari sekadar NACA - ia menyerap proyek-proyek militer dari Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat. Dalam dua tahun pertama, NASA mengoperasikan empat instalasi besar baru:
| Nama Lama | Nama Baru |
|---|---|
| Army facility, Huntsville, Alabama | George C. Marshall Space Flight Center |
| Goddard Space Flight Center | Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland |
| Manned Spacecraft Center | Johnson Spacecraft Center, Houston, Texas |
| Launch Operations Center | John F. Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida |
Keahlian aeronautika NACA menjadi fondasi yang melahirkan NASA sebagai salah satu kekuatan teknologi luar angkasa terpenting di dunia.