Jump to content

Media Koneksi Ethernet (Layer 1)

From Haidhi Wiki
Revision as of 04:33, 2 July 2026 by SanzSkuy (talk | contribs) (Created page with "'''Layer 1 (Physical Layer)''' membawa '''bit stream''' — impuls listrik, cahaya, atau sinyal radio — lewat jaringan di level elektrik dan mekanik. Layer ini mendefinisikan perangkat keras pengiriman data: kabel, kartu interface (NIC), konektor, dan aspek fisik lainnya. Halaman ini membahas media yang dipakai Ethernet: tembaga (UTP), fiber, plus PoE. Ethernet LAN bisa jalan di atas: kabel '''coaxial''' (udah gak dipakai), '''twiste...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Layer 1 (Physical Layer) membawa bit stream — impuls listrik, cahaya, atau sinyal radio — lewat jaringan di level elektrik dan mekanik. Layer ini mendefinisikan perangkat keras pengiriman data: kabel, kartu interface (NIC), konektor, dan aspek fisik lainnya. Halaman ini membahas media yang dipakai Ethernet: tembaga (UTP), fiber, plus PoE.

Ethernet LAN bisa jalan di atas: kabel coaxial (udah gak dipakai), twisted pair tembaga, fiber optic, atau wireless.

UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel tembaga UTP adalah yang paling umum buat nyambungin komputer desktop ke switch.

  • Konektor: RJ-45
  • Panjang maksimum: 100 meter
  • Isinya 4 pasang kawat yang dipilin (twisted) — pilinan ini yang ngurangin interferensi antar pasangan.

Lewat 100 m, sinyal degradasi — solusinya switch di tengah (repeater) atau pindah ke fiber.

Kategori Kabel UTP

Kategori Bandwidth Maksimum
Cat 5 100 Mbps
Cat 5e 1 Gbps
Cat 6 10 Gbps
Cat 6a 10 Gbps
Cat 7 10 Gbps
Cat 8 40 Gbps

Yang paling sering ketemu di lapangan sekarang: Cat 5e (existing/lama) dan Cat 6/6a (instalasi baru). Catatan praktis: Cat 6 biasa cuma sanggup 10 Gbps sampai ±55 m; buat 10 Gbps full 100 m butuh Cat 6a. Cat 8 dipakai di data center buat jarak pendek antar rack.

Straight-Through vs Crossover

Kawat transmit (Tx) dan receive (Rx) di kabel UTP bisa dipasang ke konektor RJ-45 dengan dua cara:

  • Straight-through — urutan pin sama di kedua ujung. Dipakai buat nyambungin device berbeda tipe: end device (PC, router) ke switch.
  • Crossover — pasangan Tx/Rx disilang. Dipakai buat nyambungin dua device setipe langsung: PC ke PC, switch ke switch, router ke router.

Logikanya: Tx harus ketemu Rx. Switch udah "nyilang" secara internal, jadi PC→switch cukup straight. Kalau dua device yang sama-sama gak nyilang (PC→PC) disambung straight, Tx ketemu Tx — gak jalan — makanya kabelnya yang harus nyilang.

Catatan: {{{1}}}

Fiber Optic

Kabel fiber optic dipakai kalau butuh jarak lebih jauh atau bandwidth lebih tinggi dari yang UTP sanggup. Contoh penggunaan:

  • Antar gedung dalam satu kampus
  • Koneksi switch ke switch di dalam gedung (uplink backbone)

Sinyalnya cahaya (laser/LED), bukan listrik — imun terhadap interferensi elektromagnetik, dan gak ada masalah grounding antar gedung.

Single Mode vs Multi Mode

Multi Mode (MMF) Single Mode (SMF)
Jarak & bandwidth Lebih pendek/rendah Lebih jauh & lebih tinggi
Harga Lebih murah Lebih mahal (terutama optik/transceiver-nya)
Tipikal pemakaian Dalam gedung / antar lantai Antar gedung jarak jauh, metro, ISP

Aturan praktisnya: core single mode lebih kecil, cahayanya satu jalur — makanya bisa jauh (puluhan km); multi mode core-nya besar, cahaya mantul banyak jalur (modes) — murah tapi jarak terbatas (ratusan meter). Kabel patch biasanya bisa dibedain dari warna: MMF oranye/aqua, SMF kuning.

Konektor Fiber

Ada beberapa jenis konektor fiber yang umum: SC (kotak, push-pull), LC (kecil, paling umum di transceiver SFP modern), ST (bayonet, lawas), FC (ulir), MTRJ, E2000, dst. Buat CCNA cukup bisa ngenalin nama-namanya; yang paling sering lo pegang di lapangan sekarang: LC di sisi SFP/SFP+.

PoE (Power over Ethernet)

PoE ngalirin daya listrik lewat kabel Ethernet yang sama dengan data — jadi device kayak IP phone, wireless access point, atau kamera CCTV gak butuh colokan listrik sendiri.

Tiga skenario dari slide:

  1. Standard switch (tanpa PoE): tiap IP phone / AP butuh adaptor listrik sendiri — kabelnya dobel, colokan penuh, rapihnya susah.
  2. PoE switch: switch langsung nyuplai daya lewat port — satu kabel UTP bawa data + listrik. Ini yang standar di deployment kantor.
  3. Power injector: kalau switch-nya gak support PoE, bisa selipin injector di antara switch dan device buat nyuntik daya cuma di segmen itu — solusi tambal buat satu-dua device tanpa ganti switch.

Manfaat praktis PoE: penempatan device bebas (AP di plafon tanpa perlu titik listrik), manajemen daya terpusat (bisa restart AP remote lewat port switch), dan UPS di switch otomatis ngelindungin semua device PoE.

Ringkasan Cepat

  • Layer 1 = bit di media fisik: listrik (tembaga), cahaya (fiber), radio (wireless).
  • UTP: RJ-45, max 100 m, kategori nentuin bandwidth (Cat 5e = 1G, Cat 6 = 10G).
  • Straight-through = beda tipe device; crossover = setipe; Auto MDI-X bikin ini otomatis di switch modern.
  • Fiber = jarak jauh / bandwidth tinggi; single mode lebih jauh & mahal dari multi mode.
  • PoE = data + daya di satu kabel; via PoE switch atau power injector.

Lihat Juga