Jump to content

VLSM

From Haidhi Wiki
Revision as of 03:24, 1 July 2026 by SanzSkuy (talk | contribs) (Created page with "'''Variable Length Subnet Mask (VLSM)''' adalah teknik subnetting di mana tiap subnet boleh punya '''ukuran (mask) yang berbeda-beda''', disesuaikan sama jumlah host yang beneran dibutuhkan. Intinya: "subnet the subnets" — kita ambil blok yang udah di-subnet, terus di-subnet lagi lebih kecil sesuai kebutuhan. == FLSM vs VLSM == Routing protocol jaman dulu cuma dukung '''Fixed Length Subnet Masking (FLSM)''', di mana '''semua subnet harus ukuran sama'''. Gak bisa puny...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah teknik subnetting di mana tiap subnet boleh punya ukuran (mask) yang berbeda-beda, disesuaikan sama jumlah host yang beneran dibutuhkan. Intinya: "subnet the subnets" — kita ambil blok yang udah di-subnet, terus di-subnet lagi lebih kecil sesuai kebutuhan.

FLSM vs VLSM

Routing protocol jaman dulu cuma dukung Fixed Length Subnet Masking (FLSM), di mana semua subnet harus ukuran sama. Gak bisa punya satu subnet 14 host dan satu lagi 64 host dalam network yang sama — semua kepaksa ikut yang paling gede, jadi boros.

Semua routing protocol modern udah dukung VLSM, jadi kita bisa ngasih ukuran subnet beda-beda menurut jumlah host-nya. Ini yang dipakai di jaringan production beneran.

Template:Note

Pertimbangan Sebelum Subnetting

Sebelum mulai ngitung, jawab dulu pertanyaan desain ini:

  • Ada berapa lokasi di network?
  • Berapa host di tiap lokasi?
  • Apa requirement addressing-nya? (Perlu gak departemen atau tipe host dipisah ke subnet berbeda?)
  • Ukuran subnet yang pas berapa? — jangan buang-buang alamat, tapi sisain ruang buat tumbuh.

Langkah Desain VLSM

Aturan mainnya:

  1. Cari segment paling besar, alokasikan ukuran subnet yang cocok buat dia.
  2. Taro subnet itu di awal address space.
  3. Lanjut ke segment berikutnya (menurun dari besar ke kecil).

Di dunia nyata lo pengen desain yang scalable — biasanya sisain subnet cadangan buat pertumbuhan, dan sisain ruang host di dalam subnet. Tapi di exam CCNA, kerjain persis apa yang diminta soal; jangan mikirin best practice kalau soalnya minta subnet paling irit.

Studi Kasus: Jaringan New York–Boston

Kita dialokasikan Class C 200.15.10.0/24. Topologinya: dua router (New York & Boston) dihubungin lewat point-to-point link, masing-masing punya LAN Sales dan Engineering.

Kebutuhan host tiap segment:

Segment Butuh Host
New York Engineering 28
Boston Engineering 28
New York Sales 14
Boston Sales 7
Link New York–Boston 2

Router interface ikut kehitung sebagai host

Ini yang sering kelewat: interface router itu juga butuh IP address, jadi ikut dihitung sebagai host di subnet-nya. Contoh, kalau "New York Sales butuh 14 host", itu artinya 1 interface router + 13 PC = 14 host. Gateway-nya makan 1 jatah host.

Alokasi Step-by-Step

Ngikutin aturan besar dulu, urutannya: Engineering (28) → NY Sales (14) → Boston Sales (7) → Link (2).

Step 1 — Engineering (28 host, dua-duanya)

Butuh 28 host. Cari prefix yang muat:

  • /28 → 24 − 2 = 14 host → kurang ✗
  • /27 → 25 − 2 = 30 host → cukup ✓

Pakai /27 (mask 255.255.255.224), block size = 256 − 224 = 32. Dua Engineering department dialokasikan berurutan dari awal:

Subnet Network Range Host Broadcast
NY Engineering 200.15.10.0/27 .1 – .30 200.15.10.31
Boston Engineering 200.15.10.32/27 .33 – .62 200.15.10.63

Step 2 — New York Sales (14 host)

Butuh 14 host:

  • /28 → 24 − 2 = 14 host → pas ✓

Pakai /28 (mask 255.255.255.240), block size = 16. Alamat .0–.63 udah kepakai Engineering, jadi network address mulai dari .64.

Network: 200.15.10.64/28
Broadcast: 200.15.10.79
Host valid: 200.15.10.65 – 200.15.10.78

Step 3 — Boston Sales (7 host)

Nah ini yang jebakan. Butuh 7 host:

  • /29 → block size 8 alamat, tapi valid host cuma 23 − 2 = 6 host → kurang ✗
  • /28 → 24 − 2 = 14 host → cukup ✓

Inget: block /29 punya 8 alamat total, tapi setelah dikurangi network + broadcast cuma sisa 6 yang bisa dipakai host. 6 < 7, jadi kepaksa naik ke /28. Ini contoh kenapa "kurangi 2" itu penting — gampang ketipu kalau cuma liat total alamat.

Alamat .0–.79 udah kepakai, network address mulai dari .80:

Network: 200.15.10.80/28 (mask 255.255.255.240)
Broadcast: 200.15.10.95
Host valid: 200.15.10.81 – 200.15.10.94

Step 4 — Link New York–Boston (2 host)

Point-to-point link cuma butuh 2 host (satu interface tiap router):

  • /30 → 22 − 2 = 2 host → pas banget ✓

Pakai /30 (mask 255.255.255.252), block size = 256 − 252 = 4. Alamat .0–.95 udah kepakai, mulai dari .96:

Network: 200.15.10.96/30
Broadcast: 200.15.10.99
Host valid: 200.15.10.97 – 200.15.10.98

Template:Note

Jangan lupa link antar-router & loopback

"Udah selesai, kan?" — belum. Yang gampang kelupaan:

  • Link antar router harus punya subnet sendiri (udah dihitung di Step 4).
  • Loopback interface router juga butuh address space (biasanya /32 per loopback). Di contoh ini gak dipakai, tapi di jaringan beneran hampir selalu ada.

Tabel Alokasi Final

Segment Network / Prefix Subnet Mask Range Host Broadcast Gateway
NY Engineering 200.15.10.0/27 255.255.255.224 .1 – .30 .31 200.15.10.1
Boston Engineering 200.15.10.32/27 255.255.255.224 .33 – .62 .63 200.15.10.33
NY Sales 200.15.10.64/28 255.255.255.240 .65 – .78 .79 200.15.10.65
Boston Sales 200.15.10.80/28 255.255.255.240 .81 – .94 .95 200.15.10.81
Link NY–Boston 200.15.10.96/30 255.255.255.252 .97 – .98 .99 —

Total kepakai: .0 sampai .99 = 100 alamat dari 256. Sisa .100–.255 (156 alamat) masih bebas buat pertumbuhan. Kalau tadi pakai FLSM (semua /27 ikut yang paling gede), 5 subnet × 32 = 160 alamat kebuang lebih banyak dan link 2-host boros banget dikasih /27.

Default Gateway & Konfigurasi Router

Konvensi umum: default gateway = alamat valid pertama di tiap subnet. Interface router di-set ke alamat itu.

Pemetaan IP interface router (dari topologi):

Router Interface Subnet IP
New York LAN Engineering 200.15.10.0/27 200.15.10.1
LAN Sales 200.15.10.64/28 200.15.10.65
Link ke Boston 200.15.10.96/30 200.15.10.97
Boston LAN Engineering 200.15.10.32/27 200.15.10.33
LAN Sales 200.15.10.80/28 200.15.10.81
Link ke New York 200.15.10.96/30 200.15.10.98

Config New York Router (Cisco IOS)

enable
configure terminal
 hostname NewYork
!
interface GigabitEthernet0/0
 description LAN-Engineering
 ip address 200.15.10.1 255.255.255.224
 no shutdown
!
interface GigabitEthernet0/1
 description LAN-Sales
 ip address 200.15.10.65 255.255.255.240
 no shutdown
!
interface Serial0/0/0
 description Link-to-Boston
 ip address 200.15.10.97 255.255.255.252
 clock rate 64000
 no shutdown
!
end
write memory

Config Boston Router (Cisco IOS)

enable
configure terminal
 hostname Boston
!
interface GigabitEthernet0/0
 description LAN-Engineering
 ip address 200.15.10.33 255.255.255.224
 no shutdown
!
interface GigabitEthernet0/1
 description LAN-Sales
 ip address 200.15.10.81 255.255.255.240
 no shutdown
!
interface Serial0/0/0
 description Link-to-NewYork
 ip address 200.15.10.98 255.255.255.252
 no shutdown
!
end
write memory

Template:Note

Setelah semua interface up, dua LAN yang beda subnet udah bisa saling ping lewat router. Kalau ada lebih dari dua router / subnet yang gak langsung nyambung, baru butuh tambahan static route atau routing protocol (OSPF/EIGRP).

Ringkasan Cara Pikir VLSM

  1. List semua segment + jumlah host-nya.
  2. Urutkan dari yang paling banyak host ke paling sedikit.
  3. Buat tiap segment: cari prefix terkecil yang 2host-bits − 2 ≥ butuh host.
  4. Alokasikan berurutan dari awal address space, catat network/broadcast/range.
  5. Jangan lupa link antar-router (/30 atau /31) dan loopback.
  6. Gateway = alamat valid pertama tiap subnet.

Lihat Juga