Email Security
Appearance
Sender Policy Framework (SPF)
SPF itu kayak satpam email digital; Dia ngecek: "Email ini beneran dikirim dari domain yang ngaku-ngaku itu, atau cuma nyamar doang?"
Cara Kerja SPF:
- Domain kita (misal haidhi.co.id) nge-set aturan SPF di DNS.
- Ini kayak bilang: “Email dari @haidhi.co.id cuma boleh dikirim dari server IP X, Y, Z ya!”
- Pas ada email masuk dari [email protected], server penerima akan
- Liat record SPF-nya di DNS
- Cek: IP pengirim cocok gak sama list yang diizinkan?
- Kalo cocok → lulus SPF. Kalo nggak cocok → bisa di-mark spam atau ditolak
Contoh SPF record
v=spf1 ip4:192.168.1.10 include:_spf.google.com ~all
Artinya:
- Boleh kirim dari IP 192.168.1.10
- Boleh juga kirim lewat Google (kalau pakai Gmail corporate)
- Yang lain? ~all → "softfail" (ditandai mencurigakan, bukan ditolak total)
Kenapa SPF Penting?
- Ngelindungin domain kita dari email spoofing (email palsu yang ngaku-ngaku dari kita)
- Bikin sistem email kita lebih trusted (anti masuk spam)
- Bagian dari email authentication trio: SPF, DKIM (digital signature), DMARC (policy buat enforce SPF/DKIM)
Reminder
SPF cuma ngecek IP sender, bukan ngecek isi email. Makanya biasanya digabung sama:
- DKIM → buat verifikasi isi & header email nggak diubah-ubah
- DMARC → buat bilang “kalo gagal SPF/DKIM, tolong tolak ya!”