Jump to content

Installing New Hard Drive

From Haidhi Wiki

Cara Pilih File System

Jika drive hanya akan oleh Ubuntu, maka sebaiknya drive tersebut diformat menggunakan sistem file ext3 atau ext4:

  • ext4 adalah sistem file default yang digunakan oleh versi Ubuntu modern.
  • ext3 bisa dipilih jika kamu membutuhkan backward compatibility dengan sistem Linux yang lebih lama.

Jika ingin dual boot Ubuntu & Windows:

  • FAT32 sering direkomendasikan karena didukung oleh hampir semua sistem operasi.
  • NTFS juga bisa digunakan dan berfungsi cukup baik, terutama untuk file berukuran besar dan partisi yang lebih modern.

Untuk mengetahui path yang telah ditetapkan sistem ke hard drive baru, buka terminal lalu jalankan perintah:

sudo lshw -C disk

Ingat-ingat bagian logical name

Note: lshw adalah singkatang dari Hardware Listener, bisa juga untu hardware selain disk

Partisi Disk

Jika hard drive sudah diformat dan berisi data, lewati langkah ini dan langsung lanjut ke bagian "Mount Point". Namun jika hard drive masih kosong dan belum diformat, kita punya dua opsi:

  • Menggunakan Command Line (terminal) untuk mempartisi dan memformat disk.
  • Menggunakan GParted (tool GUI) untuk pendekatan visual dan interaktif.

Sebelum otak-atik partisi, pastikan dulu kita mau buat satu partisi aja untuk seluruh drive atau beberapa partisi untuk tujuan tertentu seperti boot, sistem, atau swap.

Partisi pakai Command line

GPT vs MBR

GPT (GUID Partition Table) dan MBR (Master Boot Record) adalah tipe atau skema partisi (partitioning scheme) yang digunakan untuk mengatur bagaimana data disimpan dan diorganisasi di dalam sebuah hard drive atau SSD. GPT lebih modern dibanding dengan MBR. Untuk membuat skema GPT, disarankan menggunakan parted. Bisa juga menggunakan fdisk tapi kurang disarankan.

Fitur MBR (Master Boot Record) GPT (GUID Partition Table)
Maksimal Ukuran Partisi 2 TB > 9 ZB (zettabytes)
Jumlah Partisi Primer Maksimal 4 Hingga 128 (tanpa extended partition)
Struktur Backup Tidak ada backup partisi Menyimpan salinan (backup) header & table di akhir disk
Informasi Partisi Disimpan di lokasi tetap (awal disk) Disimpan sebagai struktur array fleksibel
Kompatibilitas Sangat kompatibel dengan sistem lama/BIOS Memerlukan sistem yang mendukung UEFI
Keamanan Tidak ada CRC untuk mendeteksi korupsi Menggunakan CRC32 untuk deteksi error
Boot Mode BIOS/Legacy UEFI
Tool Default fdisk, cfdisk `gdisk, parted
Support OS Lama Sangat baik Terbatas di OS lama (Windows XP 32-bit tidak mendukung GPT)
Partisi Boot Tidak butuh partisi EFI Butuh partisi EFI (ESP) untuk booting UEFI
Digunakan di Drive SSD/HDD Modern Tidak direkomendasikan Direkomendasikan

Contoh Kita mau Setup partisi untuk /dev/sdb

sudo parted /dev/sdb
(parted) mklabel gpt # Setup disk label
(parted) unit GB # default unit

(parted) mkpart
Partition name?  []? primary
File system type?  [ext2]? ext4
Start? 0%    # alokasi semua space
End? 100%

(parted) print
(parted) quit

Untuk fdisk, lihat di Cara install Arch Linux + KDE Plasma (UEFI)

Format

Jika ext4 (paling bagus untuk Ubuntu)

sudo mkfs -t ext4 /dev/sdb1

Jika fat32 (untuk Windows & Ubuntu)

sudo mkfs -t fat32 /dev/sdb1

Mount Disk

Pertama-tama, buat folder di mana disk mau di-mount. Misal mydisk

sudo mkdir /mount/mydisk

Mount Manual

sudo mount /dev/sdb1 /media/mydisk

Lalu untuk unmount

sudo umount /dev/sdb1 /media/mydisk

Mount Otomatis

Kita perlu edit file /etc/fstab. Setelah itu tambahkan line:

 /dev/sdb1    /media/mydisk   ext4    defaults     0        2

Penjelasan masing-masing kolom

/dev/sdb1/
perangkat atau partisi yang akan dipasang. /dev/sdb1 merujuk pada partisi pertama dari disk kedua (karena disk pertama biasanya adalah /dev/sda, disk kedua adalah /dev/sdb, dan seterusnya). Jadi, partisi ini adalah yang akan dipasang.

/media/mydisk
titik mount (mount point), yang merupakan lokasi di sistem file di mana partisi tersebut akan diakses setelah dipasang. Dalam contoh ini, partisi /dev/sdb1 akan dipasang ke direktori /media/mydisk. Anda dapat mengaksesnya dengan membuka folder /media/mydisk.

ext4
tipe file system yang digunakan pada partisi. Dalam hal ini, partisi /dev/sdb1 diformat dengan sistem berkas ext4.

defaults
pilihan mount yang digunakan saat memasang partisi. defaults adalah nilai default yang mencakup sejumlah pengaturan standar, seperti:

  • rw (read-write) – memungkinkan partisi untuk dibaca dan ditulis.
  • suid – memungkinkan eksekusi file dengan ID pengguna (setuid).
  • dev – mengizinkan penggunaan perangkat pada sistem berkas.
  • exec – memungkinkan eksekusi file.
  • auto – memungkinkan partisi dipasang secara otomatis pada boot.
  • nouser – hanya pengguna root yang dapat memasang partisi.
  • async – memungkinkan operasi input/output asinkron.

0
nilai dump. Angka ini digunakan untuk menentukan apakah sistem berkas akan dibackup menggunakan utilitas dump. Nilai 0 berarti tidak ada backup otomatis yang dilakukan untuk partisi ini.

2
nilai fsck. Nilai ini digunakan oleh fsck (file system consistency check) untuk menentukan urutan pemeriksaan sistem berkas saat boot.

  • Nilai 1 biasanya digunakan untuk partisi root (/), yang berarti fsck harus memeriksa partisi ini terlebih dahulu.
  • Nilai 2 digunakan untuk partisi lain yang tidak memiliki prioritas lebih tinggi dari root.
  • Nilai 0 berarti partisi tidak perlu diperiksa oleh fsck saat booting.

Jadi, baris ini mengonfigurasi partisi /dev/sdb1 agar dipasang ke /media/mydisk menggunakan sistem berkas ext4 dengan pengaturan default, tidak untuk di-backup dengan dump, dan diperiksa oleh fsck setelah partisi root.