Jump to content

Installing New Hard Drive

From Haidhi Wiki
Revision as of 08:22, 25 April 2025 by SanzSkuy (talk | contribs) (Created page with "== Cara Pilih File System == Jika drive hanya akan oleh Ubuntu, maka sebaiknya drive tersebut diformat menggunakan sistem file ext3 atau ext4: *'''ext4''' adalah sistem file default yang digunakan oleh versi Ubuntu modern. *'''ext3''' bisa dipilih jika kamu membutuhkan ''backward compatibility'' dengan sistem Linux yang lebih lama. Jika ingin dual boot Ubuntu & Windows: *'''FAT32''' sering direkomendasikan karena didukung oleh hampir semua sistem operasi. *'''NTFS''' j...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Cara Pilih File System

Jika drive hanya akan oleh Ubuntu, maka sebaiknya drive tersebut diformat menggunakan sistem file ext3 atau ext4:

  • ext4 adalah sistem file default yang digunakan oleh versi Ubuntu modern.
  • ext3 bisa dipilih jika kamu membutuhkan backward compatibility dengan sistem Linux yang lebih lama.

Jika ingin dual boot Ubuntu & Windows:

  • FAT32 sering direkomendasikan karena didukung oleh hampir semua sistem operasi.
  • NTFS juga bisa digunakan dan berfungsi cukup baik, terutama untuk file berukuran besar dan partisi yang lebih modern.

Untuk mengetahui path yang telah ditetapkan sistem ke hard drive baru, buka terminal lalu jalankan perintah:

sudo lshw -C disk

Ingat-ingat bagian logical name

Note: lshw adalah singkatang dari Hardware Listener, bisa juga untu hardware selain disk

Partisi Disk

Jika hard drive sudah diformat dan berisi data, lewati langkah ini dan langsung lanjut ke bagian "Mount Point". Namun jika hard drive masih kosong dan belum diformat, kita punya dua opsi:

  • Menggunakan Command Line (terminal) untuk mempartisi dan memformat disk.
  • Menggunakan GParted (tool GUI) untuk pendekatan visual dan interaktif.

Sebelum otak-atik partisi, pastikan dulu kita mau buat satu partisi aja untuk seluruh drive atau beberapa partisi untuk tujuan tertentu seperti boot, sistem, atau swap.

Partisi pakai Command line

GPT vs MBR

GPT (GUID Partition Table) dan MBR (Master Boot Record) adalah tipe atau skema partisi (partitioning scheme) yang digunakan untuk mengatur bagaimana data disimpan dan diorganisasi di dalam sebuah hard drive atau SSD. GPT lebih modern dibanding dengan MBR. Untuk membuat skema GPT, disarankan menggunakan parted. Bisa juga menggunakan fdisk tapi kurang disarankan.

Fitur MBR (Master Boot Record) GPT (GUID Partition Table)
Maksimal Ukuran Partisi 2 TB > 9 ZB (zettabytes)
Jumlah Partisi Primer Maksimal 4 Hingga 128 (tanpa extended partition)
Struktur Backup Tidak ada backup partisi Menyimpan salinan (backup) header & table di akhir disk
Informasi Partisi Disimpan di lokasi tetap (awal disk) Disimpan sebagai struktur array fleksibel
Kompatibilitas Sangat kompatibel dengan sistem lama/BIOS Memerlukan sistem yang mendukung UEFI
Keamanan Tidak ada CRC untuk mendeteksi korupsi Menggunakan CRC32 untuk deteksi error
Boot Mode BIOS/Legacy UEFI
Tool Default fdisk, cfdisk `gdisk, parted
Support OS Lama Sangat baik Terbatas di OS lama (Windows XP 32-bit tidak mendukung GPT)
Partisi Boot Tidak butuh partisi EFI Butuh partisi EFI (ESP) untuk booting UEFI
Digunakan di Drive SSD/HDD Modern Tidak direkomendasikan Direkomendasikan