Cara Install FlareVM
FlareVM adalah VM khusus untuk Malware analysis dan sudah pre-installed tools untuk malware analysis dan reverse engineering. FlareVM sendiri open-source dan base nya adalah windows. Sejauh yang diketahui tidak ada .iso atau .ova dari FlareVM langsung. Oleh karena itu kita perlu install Windows nya dulu, baru setelah itu kita install FlareVM. Disarankan untuk install di Virtual Box atau software serupa.

Download ISO Windows 11
Download iso windows 11 di https://www.microsoft.com/en-us/software-download/windows11
FlareVM butuh minimal disk 60gb. Jadi biar aman usahakan set disk nya jadi 70gb+ pas install di VirtualBoxnya
Install FlareVM
FlareVM butuh semua security dan auto update di-non aktifkan. Untuk memiliki akses penuh untuk me-non aktifkan semua ini kita perlu menjalankankan Local Group Policy Editor. Caranya buka powershell dalam model administrator:
cd ~
Get-ChildItem @(
"C:\Windows\servicing\Packages\Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientTools-Package*.mum",
"C:\Windows\servicing\Packages\Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientExtensions-Package*.mum"
) | ForEach-Object { dism.exe /online /norestart /add-package:"$_" }
CTRL + R lalu ketik gpedit.msc
Sekarang kita akan full main di VirtualBox Windows. Buka powershell dalam mode administrator
cd ~
cd .\Desktop\
(New-Object net.webclient).DownloadFile('https://raw.githubusercontent.com/mandiant/flare-vm/main/install.ps1',"$([Environment]::GetFolderPath("Desktop"))\install.ps1")
Unblock-File .\install.ps1
Set-ExecutionPolicy Unrestricted -Force
.\install.ps1 -noPassword
Setelah itu tinggal next-next saja. Kalau ditanya apakah sudah ambil snapshot atau belum, pilih yes saja. Pengambilan snapshot akan diambil setelah FlareVM sudah terinstall agar hemat memory PC.
note: proses instalasi tergolong lama, harap sabar (lama banget malah, bisa 3-4 jam)
Post Installation
Setelah instalasi selesai, kalian akan liat tampilan wallpapernya ada merah-merahnya dan ada tulisan INTERNET ENABLED. Nah kerennya kalo kita putus koneksinya dia bakal ganti wallpaper otomatis. Tapi di sini saya udah coba putus koneksinya malah gak ganti-ganti. Karena Windows 11 gratisan yang gak pake lisensi ternyata gak bisa ganti wallpaper
Saat melakukan analisis malware pastikan FlareVM nya gak connect ke Internet. Karena bisa bahaya dan FakeNet nya gak akan jalan. Buat make sure kalau VM kita gak connect ke internet tinggal buka browser atau ping google. Kalau gak bisa berati aman
REMnux
REMnux sama seperti FlareVM; sama-sama VM untuk Malware Analysis. Cuma REMnux adalah versi Linux nya. Installnya sangat mudah karena file .ova nya langsung tersedia tinggal import ke VirtualBox. Bisa juga install as a container. Download di https://remnux.org/
Cara Aman Mainan Malware
Non-aktifkan internet
Hal ini dilakukan untuk mencegah malware untuk mengirim spam, menyebar ke device lain, dan mencuri data sensitif. Walaupun kita menonaktifkan internet kita dapat membuat “jaringan palsu” agar malware dapat berjalan seolah-olah ada internet di sana. Kita dapat menggunakan software seperti INetSim dan FakeNet
Secara default, banyak software virtualization (seperti VMware, VirtualBox, atau Hyper-V) memungkinkan penggunaan perangkat fisik yang terhubung ke mesin host, seperti USB drive, printer, clipboard sharing, atau shared folders. Hal ini sangat berbahaya dalam analisis malware karena dapat memberikan jalan keluar bagi malware dari lingkungan virtual (VM Escape) dan menginfeksi sistem utama. Solusi:
- Menonaktifkan Semua Perangkat yang Dibagikan
- Matikan USB passthrough – Pastikan VM tidak dapat mengakses USB fisik secara langsung.
- Nonaktifkan clipboard sharing – Mencegah malware menyalin data ke clipboard host.
- Hindari shared folders – Jangan gunakan folder bersama antara host dan VM untuk menghindari kebocoran data.
- Gunakan jaringan yang terisolasi (host-only) – Jangan biarkan VM memiliki akses langsung ke internet atau jaringan internal.
Fitur shared folders dalam virtualisasi memungkinkan beberapa folder di host machine dipetakan ke dalam guest machine (VM) agar memudahkan transfer file. Namun, fitur ini juga dapat menjadi celah keamanan karena malware dalam VM dapat:
- Menginfeksi file yang ada Malware dapat menyisipkan kode berbahaya ke dalam file executable (EXE, DLL, dll.) atau dokumen (PDF, DOCX, dll.) yang ada di shared folder. Jika file ini dijalankan di host, malware akan menyebar.
- Mengganti file dengan yang berbahaya Malware bisa menghapus atau mengganti file asli dengan file berbahaya yang memiliki nama sama. Jika pengguna tidak menyadarinya dan membuka file tersebut dari host, maka sistem utama bisa terinfeksi.
- Menyebabkan kebocoran data Jika VM diretas atau malware memiliki komponen “data exfiltration”, ia dapat mengakses shared folder dan mencuri informasi penting dari host.
Cara Menggunakan Shared Folders dengan Aman - Jangan tinggalkan file di shared folder lebih lama dari yang diperlukan - Setelah file disalin dari host ke VM, segera hapus file dari shared folder untuk mencegah infeksi. - Buat shared folder dalam mode “read-only” untuk VM Dengan mode ini, VM hanya bisa membaca file tetapi tidak bisa mengubah atau menambahkan file baru.

