Model OSI
Model OSI (Open Systems Interconnection) adalah model referensi konseptual yang diterbitkan oleh ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1984 (standar ISO/IEC 7498-1). Model ini membagi proses komunikasi jaringan menjadi tujuh layer (lapisan) yang saling bertumpuk, di mana tiap layer punya tanggung jawab spesifik dan hanya berkomunikasi dengan layer di atas dan di bawahnya.
Penting dicatat: OSI adalah model referensi, bukan implementasi nyata. Jaringan di dunia nyata berjalan di atas Model TCP/IP. OSI tetap dipakai luas sebagai kerangka berpikir, alat bantu pengajaran, dan kosakata bersama saat melakukan troubleshooting (mis. istilah "masalah di layer 2" atau "layer 3 issue").
| Layer | Nama | PDU |
|---|---|---|
| 7 | Application | Data |
| 6 | Presentation | Data |
| 5 | Session | Data |
| 4 | Transport | Segment / Datagram |
| 3 | Network | Packet |
| 2 | Data Link | Frame |
| 1 | Physical | Bit |
Latar belakang
Sebelum standardisasi, tiap vendor membangun arsitektur jaringan proprietary sendiri (mis. SNA milik IBM, DECnet milik DEC) yang tidak saling kompatibel. ISO mengembangkan Model OSI sebagai kerangka netral-vendor agar sistem dari pabrikan berbeda bisa saling beroperasi (interoperability).
Walaupun protokol OSI penuh (OSI protocol suite) akhirnya kalah populer dibanding TCP/IP, model layer tujuh tingkatnya bertahan dan menjadi fondasi cara industri mendiskusikan jaringan hingga sekarang.
Prinsip pelapisan (layering)
Tiga prinsip kunci yang mendasari model ini:
- Separation of concerns — tiap layer menangani satu aspek spesifik, sehingga perubahan di satu layer tidak memengaruhi layer lain.
- Abstraksi — layer atas tidak perlu tahu detail implementasi layer bawah. Aplikasi tidak peduli apakah data dikirim lewat kabel tembaga, fiber, atau Wi-Fi.
- Komunikasi peer-to-peer logis — secara logis, tiap layer "berbicara" dengan layer yang sama (peer) di host lawan, meski secara fisik data harus turun-naik melalui seluruh stack.
Pembagian kelompok layer
Tujuh layer sering dikelompokkan menjadi dua bagian:
- Host layers (Layer 4–7): Transport, Session, Presentation, Application. Diimplementasikan terutama di perangkat lunak pada host (endpoint).
- Media layers (Layer 1–3): Physical, Data Link, Network. Mengurus pemindahan data melintasi jaringan dan media fisik.
Struktur tujuh layer
Penjelasan diurutkan dari bawah (Layer 1) ke atas (Layer 7), mengikuti arah perjalanan data dari media fisik menuju aplikasi.
Layer 1 — Physical
Layer paling bawah. Bertanggung jawab atas transmisi bit mentah (1 dan 0) melalui media fisik dengan mengubahnya menjadi sinyal nyata: tegangan listrik di kabel tembaga, pulsa cahaya di fiber optik, atau gelombang radio di Wi-Fi.
- Fungsi utama: definisi karakteristik fisik dan elektrik, modulasi, bit synchronization (timing/clock), bit rate control, topologi fisik.
- PDU: Bit (atau symbol).
- Protokol/standar: Ethernet physical (1000BASE-T), DSL, USB, Bluetooth (radio), standar konektor (RJ45), pengkabelan.
- Perangkat: hub, repeater, kabel, transceiver (SFP), modem.
- Gejala masalah: kabel putus, link light mati, sinyal lemah, port fisik rusak.
Layer 2 — Data Link
Mengubah bit mentah menjadi frame dan mengatur pengiriman antar-node yang bertetangga langsung dalam satu segmen jaringan (komunikasi hop-to-hop, bukan end-to-end). Di sinilah MAC address beroperasi.
Layer 2 umumnya dibagi menjadi dua sublayer:
- LLC (Logical Link Control) — antarmuka ke Layer 3, multiplexing protokol, kontrol error/aliran.
- MAC (Media Access Control) — pengalamatan fisik (MAC address) dan kontrol akses ke media.
- Fungsi utama: framing, pengalamatan MAC, error detection (CRC/FCS), flow control lokal, kontrol akses media.
- PDU: Frame.
- Protokol/standar: Ethernet (IEEE 802.3), Wi-Fi (IEEE 802.11), PPP, ARP, STP, VLAN (IEEE 802.1Q), Frame Relay.
- Perangkat: switch, bridge, NIC, access point.
- Gejala masalah: duplex mismatch, VLAN salah konfigurasi, MAC flapping, STP loop.
Catatan: ARP sering dianggap berada di antara Layer 2 dan Layer 3 (kadang disebut "Layer 2.5") karena memetakan alamat Layer 3 (IP) ke alamat Layer 2 (MAC).
Layer 3 — Network
Bertanggung jawab atas routing — mengantarkan packet dari sumber ke tujuan melintasi banyak jaringan yang berbeda secara logis (end-to-end). Di sinilah IP address (logical addressing) berfungsi.
- Fungsi utama: logical addressing (IP), path selection/routing, fragmentasi paket, packet forwarding.
- PDU: Packet.
- Protokol/standar: IP (IPv4/IPv6), ICMP, IGMP, IPsec, protokol routing (OSPF, BGP, RIP, EIGRP).
- Perangkat: router, Layer 3 switch.
- Gejala masalah: salah default gateway, subnet mask keliru, rute hilang, packet tidak sampai ke subnet lain.
Layer 4 — Transport
Mengatur komunikasi end-to-end antar proses/aplikasi menggunakan port number untuk membedakan aplikasi mana yang berkomunikasi. Ini adalah layer transisi antara media layers dan host layers.
Dua protokol utama dengan filosofi berbeda:
- TCP (Transmission Control Protocol) — connection-oriented. Ada three-way handshake, sequencing, retransmission, flow control (windowing), dan congestion control. Data dijamin sampai dan urut. PDU: Segment.
- UDP (User Datagram Protocol) — connectionless. Tanpa jaminan pengiriman, ringan, dan low-latency. Cocok untuk streaming, game, VoIP, DNS. PDU: Datagram.
- Fungsi utama: segmentasi/reassembly, pengalamatan port, multiplexing koneksi, reliabilitas (TCP), kontrol aliran dan kemacetan.
- PDU: Segment (TCP) / Datagram (UDP).
- Protokol/standar: TCP, UDP, SCTP.
- Perangkat: firewall (L4), load balancer (L4).
- Gejala masalah: port tertutup/diblokir firewall, connection refused, handshake gagal, port exhaustion.
Layer 5 — Session
Mengatur sesi — membuka, memelihara, menyinkronkan, dan menutup dialog antara dua host.
- Fungsi utama: session establishment dan teardown, checkpointing (melanjutkan transfer dari titik terakhir jika terputus, bukan mengulang dari awal), dialog control (penentuan giliran — half/full duplex).
- PDU: Data.
- Protokol/konsep: RPC, NetBIOS, PPTP, SAP, socket session, token sesi.
- Catatan: dalam praktik TCP/IP, banyak fungsi layer ini "dilebur" ke dalam aplikasi atau library.
Layer 6 — Presentation
Berperan sebagai "penerjemah" data agar dua sistem dengan format internal berbeda tetap saling memahami. Fokusnya pada representasi/bentuk data, bukan isinya.
- Fungsi utama:
- Translation — pengkodean karakter (ASCII ↔ Unicode), byte order.
- Encryption/decryption — secara klasik TLS/SSL dimasukkan ke sini.
- Compression — pemampatan data.
- PDU: Data.
- Protokol/format: TLS/SSL, MIME, JPEG, PNG, GIF, MPEG, ASN.1.
Layer 7 — Application
Layer paling atas, yang langsung berinteraksi dengan perangkat lunak pengguna. Bukan aplikasinya sendiri (Chrome bukan Layer 7), melainkan protokol yang dipakai aplikasi untuk mengakses jaringan.
- Fungsi utama: menyediakan antarmuka jaringan bagi aplikasi, identifikasi mitra komunikasi, sinkronisasi.
- PDU: Data.
- Protokol/standar: HTTP/HTTPS, DNS, FTP, SMTP/IMAP/POP3, SSH, SNMP, DHCP, Telnet.
- Perangkat: application gateway, proxy, Layer 7 load balancer/WAF.
- Gejala masalah: resolusi DNS gagal, sertifikat TLS invalid, service aplikasi mati, HTTP error.
Tabel ringkasan lengkap
| Layer | Nama | PDU | Fungsi inti | Protokol/standar | Perangkat |
|---|---|---|---|---|---|
| 7 | Application | Data | Antarmuka jaringan untuk aplikasi | HTTP, DNS, SMTP, FTP, SSH, DHCP | Gateway, proxy, WAF |
| 6 | Presentation | Data | Translasi, enkripsi, kompresi | TLS/SSL, JPEG, ASCII, MPEG | — |
| 5 | Session | Data | Kelola sesi & dialog | RPC, NetBIOS, PPTP | — |
| 4 | Transport | Segment / Datagram | End-to-end, port, reliabilitas | TCP, UDP, SCTP | Firewall L4, load balancer |
| 3 | Network | Packet | Routing, logical addressing (IP) | IP, ICMP, OSPF, BGP | Router, L3 switch |
| 2 | Data Link | Frame | Framing, MAC, error detection | Ethernet, Wi-Fi, ARP, STP | Switch, bridge, NIC, AP |
| 1 | Physical | Bit | Transmisi sinyal fisik | Ethernet PHY, DSL, RJ45 | Hub, repeater, kabel, modem |
Encapsulation dan decapsulation
Konsep yang menyatukan seluruh model adalah encapsulation. Ketika data turun dari Layer 7 ke Layer 1 di sisi pengirim, tiap layer menambahkan header (dan kadang trailer) miliknya sendiri:
- Application menghasilkan Data.
- Transport membungkus data + header transport → Segment.
- Network membungkus segment + header IP → Packet.
- Data Link membungkus packet + header/trailer → Frame.
- Physical mengubah frame menjadi bit lalu sinyal di media.
Di sisi penerima, prosesnya terbalik — decapsulation — di mana tiap layer melepas header miliknya hingga aplikasi menerima data aslinya.
Pengirim Penerima
L7 Data ───┐ ┌─── Data L7
L6 Data │ │ Data L6
L5 Data │ logis │ Data L5
L4 [TCP|Data] │◄───────►│ [TCP|Data] L4
L3 [IP|TCP|Data] │ │ [IP|...] L3
L2 [Eth|IP|...|FCS] │ │ [Eth|...] L2
L1 010101... ────┘ └──── 010101 L1
│ ▲
└──── media fisik ──┘
Komunikasi peer-to-peer
Secara logis, tiap layer berkomunikasi langsung dengan layer yang sama (peer) di host lawan — Application↔Application, Transport↔Transport, dan seterusnya. Namun secara fisik, data tidak menyeberang secara horizontal; ia harus turun melalui seluruh stack pengirim, melintasi media, lalu naik melalui stack penerima (membentuk jalur huruf "U").
Perbandingan dengan Model TCP/IP
Model TCP/IP adalah versi ringkas yang dipakai jaringan nyata. Empat layernya merangkum tujuh layer OSI:
| Layer OSI | Layer TCP/IP (4 layer) | PDU |
|---|---|---|
| 7 Application, 6 Presentation, 5 Session | Application | Data |
| (6 Presentation) | Data | |
| (5 Session) | Data | |
| 4 Transport | Transport | Segment / Datagram |
| 3 Network | Internet | Packet |
| 2 Data Link, 1 Physical | Link | Frame |
Catatan penting:
- TCP/IP Application = gabungan Session + Presentation + Application OSI.
- TCP/IP Internet = Network OSI (perhatikan: namanya "Internet", bukan "Network").
- TCP/IP Link = gabungan Data Link + Physical OSI.
- Model TCP/IP "resmi" (RFC 1122) memiliki 4 layer, tetapi banyak buku ajar memakai varian 5 layer yang memisahkan Link menjadi Data Link dan Physical agar lebih dekat ke OSI. Keduanya benar, hanya berbeda granularitas.
Mnemonic
Untuk menghafal urutan layer:
| Arah | Mnemonic (Inggris) | Urutan |
|---|---|---|
| L7 → L1 (atas ke bawah) | All People Seem To Need Data Processing | Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data link, Physical |
| L1 → L7 (bawah ke atas) | Please Do Not Throw Sausage Pizza Away | Physical, Data link, Network, Transport, Session, Presentation, Application |
Troubleshooting per layer
Pendekatan bottom-up (mulai dari Layer 1) adalah metode diagnosis yang umum: pastikan fondasi fisik beres dulu sebelum naik ke layer aplikasi.
| Layer | Yang diperiksa | Perintah/alat (Linux) |
|---|---|---|
| 1 Physical | Kabel, link state, SFP, interface up/down | ip link, ethtool, cek link light
|
| 2 Data Link | MAC table, VLAN, duplex, ARP | ip neigh, arp -a, bridge fdb
|
| 3 Network | IP, subnet, gateway, rute, konektivitas | ip addr, ip route, ping, traceroute, mtr
|
| 4 Transport | Port terbuka, firewall, state koneksi | ss -tlnp, nc -zv, iptables -L
|
| 5–7 Atas | DNS, service, sertifikat TLS, log aplikasi | dig/nslookup, curl -v, openssl s_client, systemctl status
|
Kesalahpahaman umum
- Switch itu Layer 2, bukan Layer 3. Switch membaca MAC address (L2). Yang membaca IP dan melakukan routing adalah router (L3). Pengecualian: L3 switch yang memang punya kemampuan routing.
- Port number itu Layer 4, bukan Layer 3. IP address (L3) menentukan host; port (L4) menentukan proses/aplikasi di host tersebut.
- Segment ≠ Packet ≠ Frame. Segment = L4 (TCP), Datagram = L4 (UDP), Packet = L3, Frame = L2. Kesalahan menyebut "packet" untuk semua adalah hal lazim tetapi tidak presisi.
- TLS sering disebut Layer 6, tetapi dalam implementasi TCP/IP nyata, TLS berjalan di atas TCP dan secara praktik dianggap bagian dari layer aplikasi.
- OSI bukan implementasi. Internet berjalan di atas TCP/IP. OSI adalah model referensi/kerangka berpikir.
Lihat pula
Referensi
<references />