Journey mencari arah spesialisasi · WIKI
Journey: Mencari Arah Spesialisasi (HPC + X)
| Status | FINAL: Keputusan terkunci |
|---|---|
| Tanggal keputusan | 12 Juli 2026 |
| Core | HPC (High Performance Computing) |
| Cabang | Compiler atau CFD (tergantung admisi) |
| Review berikutnya | Hanya jika ada informasi baru yang material |
Halaman ini mendokumentasikan proses pengambilan keputusan arah spesialisasi untuk persiapan master HPC. Ditulis dalam format ADR (Architecture Decision Record) supaya keputusan ini tidak dibuka ulang setiap kali muncul istilah atau bidang baru yang kelihatan menarik.
Latar Belakang
Aset yang sudah dimiliki per Juli 2026:
- Paper arXiv: heterogeneous MPI cluster (Android + Termux + OpenMPI)
- Pengalaman GPU: OpenCL, ONNX/TensorRT optimization, RTX 3050
- Bahasa: Rust, Python, C++
- Sysadmin & homelab: Proxmox, networking
- IPK 3.97 + surat rekomendasi
- Target master: THU / USTC / BUAA (China)
- IELTS: on progress, target 6.5–7.0
Masalahnya bukan kekurangan opsi, tapi kebanyakan opsi — setiap bidang baru yang ditemukan memicu re-planning.
Kronologi Pencarian
[CFD] ──> [Compiler] ──> [Tergantung kampus] ──> godaan: [Embedded] ──> godaan: [HPEC] │ │ │ │ │ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ math debt nyambung ke grup riset > DITOLAK: DITOLAK: berat, skill existing preferensi ngerusak narasi, destinasi pasca-HPC, tapi kuat (Rust/C++/GDB) pribadi dominated option bukan pengganti HPC
Fase 1: CFD sebagai kendaraan belajar
- Ide awal: belajar CFD top-down (dependency resolution ala
apt install) — dari Navier-Stokes mundur ke diferensial → limit → aljabar. - Kesimpulan penting: bikin solver sendiri > pakai software (ANSYS/OpenFOAM), karena error dan bug adalah kurikulumnya.
- Referensi terpilih: 12 Steps to Navier-Stokes (Lorena Barba).
- CFD masih sangat relevan 2026: data center cooling, turbin angin, semikonduktor, F1, dan tren CFD × ML.
Fase 2: Keraguan pasar kerja
- Kekhawatiran: pasar CFD Indonesia tipis, citizenship barrier di aerospace Barat.
- Reframing kunci: CFD bukan karir, tapi kendaraan untuk HPC. Skill turunannya (MPI, GPU, numerik) yang portable.
- Insight soal listicle "high-demand jobs": mengukur volume lowongan, bukan kelangkaan skill. Bidang niche = sedikit lowongan, tapi lebih sedikit lagi pesaing qualified.
- Insight soal anak degree ngeri yang lari ke IT: itu overflow karena kursi sedikit + gaji IT lebih tinggi — bukan bukti bidangnya mati. Posisi gua kebalikannya: udah di IT, nambah lapisan niche di atasnya. Floor aman.
Fase 3: Compiler masuk radar
- Compiler engineering lagi panas: MLIR, LLVM, ML compiler (XLA/TVM/Triton), ekosistem chip China.
- Lebih nyambung ke skill existing, matematika lebih ringan, remote-friendly, kredensial publik via kontribusi LLVM.
- Sempat all-in compiler karena roadmap CFD terlalu panjang.
Fase 4: Resolusi — biarkan kampus yang memutuskan
- Prinsip: di level master, grup riset > preferensi topik pribadi.
- THU/USTC kuat di computer systems → compiler. BUAA identitasnya aeronautika → CFD.
- Fondasi bersama dikerjakan sekarang, cabang dieksekusi setelah ada kejelasan admisi.
Fase 5: Godaan terakhir (embedded, HPEC)
- Embedded @ BUAA: ditolak. Ngerusak koherensi narasi HPC, gak dapet leverage dari paper arXiv, dominated option.
- HPEC: ditolak sebagai pivot sekarang. HPEC adalah titik temu, bukan jalur masuk — orang masuk HPEC dari sisi HPC yang kuat. Sisi seriusnya (defense) tertutup buat non-citizen. Jadi HPEC = kemungkinan destinasi pasca-HPC, bukan pengganti.
- Pola yang disadari: setiap keyword baru memicu loop keraguan. Solusinya halaman ini.
Keputusan (ADR)
Keputusan: Core spesialisasi = HPC. Cabang ditentukan oleh hasil admisi:
admisi │ ├── THU / USTC ──> HPC + Compiler/Systems (LLVM, MLIR, programming models) │ └── BUAA ────────> HPC + CFD (solver paralel, aerodinamika)
Alasan:
- Kedua cabang me-leverage aset existing (paper MPI, GPU, C++/Rust) — tidak ada yang mulai dari nol.
- Cabang diputuskan oleh data (admisi + responsivitas profesor), bukan mood.
- Worst case tetap bagus: software engineer dengan skill performance yang lebih dalam.
Opsi yang ditolak:
- Embedded systems — dominated option; apapun yang dia kasih, jalur compiler/CFD-HPC kasih lebih dengan aset yang sama.
- Pivot ke HPEC sekarang — destinasi pasca-HPC, bukan pengganti HPC.
- Ngerjain compiler + CFD paralel — bandwidth terbatas (kerja + sysadmin + IELTS).
Aturan pembukaan ulang: Keputusan ini hanya boleh direview jika ada informasi baru yang material (misal: hasil admisi keluar, profesor target pindah bidang). Istilah/bidang baru yang kelihatan keren bukan informasi material.
Rencana Eksekusi 12 Bulan
Sekarang ──────────────────────────────> Keberangkatan
│
├─ IELTS (jalan terus, target 6.5–7.0)
├─ Fondasi bersama: C++/CUDA/MPI/profiling/arsitektur (cache, NUMA, vectorization)
├─ Side-track murah: Crafting Interpreters (berguna di kedua cabang)
├─ Outreach profesor: THU, USTC, BUAA ── sekalian sinyal grup mana yang responsif
│
└─ IF sinyal BUAA menguat:
└─ cicil kalkulus + 12 Steps to Navier-Stokes SEBELUM berangkat
Aksi berikutnya (bukan "bidang apa" lagi): tentukan profesor mana yang di-email duluan.
Pelajaran Meta
- Bingung berkepanjangan setelah reasoning matang = bukan tanda belum siap milih, tapi otak nyari alasan buat gak commit.
- "Bisa juga ke X" bukan alasan; kriteria yang benar: pintu mana yang paling menghargai aset yang sudah dimiliki.
- Fondasi (paralel, performance, low-level) hampir tidak pernah salah investasi — hampir semua bidang komputasi menarik adalah hilirnya.
Addendum: Fase 6 — Commit Penuh ke CFD (Update 24 Juli 2026)
| Status | SUPERSEDES bagian "Cabang" di ADR utama |
|---|---|
| Tanggal update | 24 Juli 2026 |
| Cabang (baru) | CFD — fixed, tidak lagi kondisional ke hasil admisi |
| Trigger | Informasi material: motivasi asli ditemukan (hypersonic vehicle simulation) |
Kenapa ini beda dari godaan-godaan sebelumnya
ADR utama nolak keyword baru (embedded, HPEC) karena semuanya dominated option — gak nambah leverage, cuma keren doang. Ini kasusnya kebalik:
- Bukan bidang baru yang kedengeran keren. Ini alasan lama yang akhirnya diakui secara eksplisit — fascination sama jet/pesawat udah ada dari sebelum jalan ini dimulai (lihat Fase 1: "CFD sangat relevan 2026... aerospace").
- Target konkret sekarang: simulasi hypersonic aircraft/spacecraft — regime aliran (shock-boundary layer interaction, real-gas effects, ablation, high-temperature chemistry) yang gak ke-cover kalau cabangnya jadi compiler.
- Compiler tetap valid secara karir, tapi gak ada emosi terikat. CFD ke arah hypersonic punya keduanya: kompetensi teknis DAN alasan buat bangun jam 5 pagi ngoding solver.
Perubahan konkret ke keputusan lama
SEBELUM (ADR utama):
admisi ──┬── THU/USTC ──> Compiler/Systems
└── BUAA ──────> CFD
SESUDAH (addendum ini):
Cabang = CFD, titik.
admisi cuma nentuin ENVIRONMENT-nya:
├── BUAA ──> CFD dengan identitas kampus yang emang aeronautika (ideal fit)
└── THU/USTC ──> CFD tetap jalan, cari grup riset compressible flow/aerothermodynamics
di dalam kampus itu (banyak grup HPC ngerjain CFD juga,
bukan cuma compiler)
Implikasi ke outreach profesor: prioritas sekarang bukan lagi "siapa yang paling responsif", tapi "siapa yang kerja di compressible/hypersonic flow, real-gas dynamics, atau reentry aerothermodynamics" — di ketiga kampus, bukan cuma BUAA.
Implikasi ke rencana 12 bulan
- Side-track "Crafting Interpreters" (buat cabang compiler) → drop atau turun prioritas jauh. Waktunya dialihin ke kalkulus + 12 Steps to Navier-Stokes yang tadinya kondisional.
- Kalkulus/PDE roadmap yang lagi jalan (partial derivatives, chain rule, heat equation) bukan lagi taruhan — ini udah jalur pasti, bukan "cicil kalau sinyal BUAA menguat".
- Setelah 12 Steps kelar, gap berikutnya yang perlu di-scope: compressible flow (Euler/Navier-Stokes compressible), shock capturing (upwind schemes, Riemann solvers), lalu baru high-temperature/real-gas effects kalau udah mateng.
Aturan pembukaan ulang (update)
Sama kayak ADR utama: cuma dibuka ulang kalau ada info material. Bedanya sekarang bar-nya lebih tinggi, karena keputusan ini udah nyambung ke motivasi personal, bukan cuma analisis pasar/skill-fit. Keyword compiler/MLIR/LLVM yang kedengeran keren lagi di masa depan = bukan alasan buka ulang, kecuali admisi CFD di ketiga kampus benar-benar buntu.