Jump to content

Cara install Arch Linux

From Haidhi Wiki
Revision as of 02:03, 5 April 2025 by SanzSkuy (talk | contribs)

Menginstall Arch Linux cukup menantang karena kita tidak disediakan GUI dan cuma dimodalkan command line saja. Semuanya serba manual dari persiapan Hard disk/SSD, install bootloader, driver, dll. Tapi walaupun susah justru ini juga merupakan keunggulan Arch Linux karena kita bisa meminimalisir bloatware yang mungkin jadi kelemahan Ubuntu (?)

Pertama-tama silahkan download ISO Arch dari https://archlinux.org/download/

Di tulisan ini saya asumsikan kita semua sudah pakai UEFI sebagai ganti dari BIOS yang lebih moderen. cara cek apakah kalian memakai BIOS atau UEFI adalah dengan menjalankan command

$ ls /sys/firmware/efi

Instalasi Awal

Set console dan keyboard layout

$ localectl list-keymaps 	          # liat list keymaps
$ loadkeys en 			              # set ke English

Connect Internet

$ ip link 				        # make sure ada interface
$ ip link set <INTERFACE> up
$ rfkill				        # kalau pake wifi

Disk Partitioning

$ fdisk -l    	       # List disk. Umumnya namanya /dev/sda, /dev/nvme0n1 atau /dev/mmcblk0
$ fdisk /nama/disk/    # contoh: fdisk /dev/sda

setelah menjalankan command di atas kalian akan masuk ke console fdisk untuk atur partisi. berikut adalah command umum di fdisk:

  • Buat partisi baru (tekan n)
  • Pilih primary partition (tekan p).
  • Pilih nomor partisi (biasanya 1,2,3 dst).
  • Tekan Enter untuk menggunakan default sektor awal.
  • Masukkan ukuran partisi, misalnya:
    • +512M untuk partisi boot (jika perlu).
    • +20G untuk root (/).
  • Sisanya bisa digunakan untuk swap atau home.

berikut adalah command lengkap untuk membuat partisi untuk swap, boot, dan root

# Membuat partisi untuk boot (EFI)
n
p
Enter partition number: 1
Set First Sector (enter untuk default
Set Last Sector: +500M (500MB)
# Tandai sebagai EFI
t
masukan 1 (partition number)
masukan ef untuk EFI

# Membuat partisi Swap
n
p
Enter partition number: 2
Set First Sector (enter untuk default).
Set Last Sector: +1G (1GB)
# Tandai sebagai swap
t
masukan 2 (partition number)
masukan 82 untuk linux swap


# Membuat partisi Root
n
p
Enter partition number: 3
Set First Sector (enter untuk default).
Set Last Sector: (langsung enter untuk menggunakan sisa disk)
# Tandai sebagai bootable
a
masukan 3 (partition number)

# Print partition table
p

Hasilnya kira-kira:
Device       Boot   Start       End   Sectors   Size Id Type
/dev/sda1    *      2048    1050623   1048576   500M ef EFI (FAT-12/16/32)
/dev/sda2          1050624  17825791  16777216   8G  82 Linux swap
/dev/sda3          17825792 <end>    <remaining size> 83 Linux

# save dan exit
w

Setelah partisinya terbentuk, kita perlu format setiap partisinya

$ mkfs.fat -F 32 /dev/efi_system_partition
$ mkfs.ext4 /dev/root_partition 
$ mkswap /dev/swap_partition

# Mount 
$ mount /dev/root_partition /mnt 
$ mount --mkdir /dev/efi_system_partition /mnt/boot

Instalasi Base Arch

command ini lengkap untuk setting keyboard, zona waktu, dan archnya itu sendiri

$ pacstrap -K /mnt base linux linux-firmware
$ genfstab -U /mnt >> /mnt/etc/fstab
$ arch-chroot /mnt
$ ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
$ pacman -S nano
$ nano /etc/locale.gen   # uncomment en_US.UTF-8 UTF-8
$ locale-gen
$ echo "LANG=en_US.UTF-8" > /etc/locale.conf
$ echo "KEYMAP=us" > /etc/vconsole.conf
$ echo "<NAMA ANDA>" > /etc/hostname

$ systemctl enable systemd-networkd
$ systemctl enable systemd-resolved
$ pacman -S iwd
$ systemctl enable iwd

# Setting password root
$ passwd

Install Bootloader (GRUB)

$ grub-install --target=x86_64-efi --efi-directory=/boot --bootloader-id=GRUB
$ grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Instalasi awal selesai. Setelah itu kita bisa add user, install sudo, dan Desktop Environtment.

Post Installation

Tambah user dan install sudo

$ pacman -S sudo
$ EDITOR=nano visudo # Uncomment %wheel ALL=(ALL:ALL) ALL

$ useradd -m -G wheel -s /bin/bash <USERNAME>
$ passwd <USERNAME>