Lapisan Network (IPv4 dan Subnet Mask): Difference between revisions
Created page with "'''Lapisan Network''' adalah '''Layer 3''' dalam Model OSI, bertanggung jawab atas '''routing''' packet ke tujuannya. Protokol utamanya adalah '''IP''' (''Internet Protocol''); halaman ini berfokus pada '''IPv4'''. Materi mencakup header IP, tipe lalu lintas (unicast/broadcast/multicast), struktur alamat IPv4, representasi biner, serta '''subnet mask''' yang memisahkan jaringan menjadi subnet. {| class="wikitable" style="float:right; margin-left:1em; font-size:90%;..." |
No edit summary |
||
| Line 181: | Line 181: | ||
* [[ARP]] | * [[ARP]] | ||
* [[Sistem Penamaan Domain]] | * [[Sistem Penamaan Domain]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
Latest revision as of 09:38, 28 June 2026
Lapisan Network adalah Layer 3 dalam Model OSI, bertanggung jawab atas routing packet ke tujuannya. Protokol utamanya adalah IP (Internet Protocol); halaman ini berfokus pada IPv4. Materi mencakup header IP, tipe lalu lintas (unicast/broadcast/multicast), struktur alamat IPv4, representasi biner, serta subnet mask yang memisahkan jaringan menjadi subnet.
| Atribut | Nilai |
|---|---|
| Layer (OSI) | 3 (Network) |
| PDU | Packet |
| Panjang alamat | 32 bit (4 oktet) |
| Format | Dotted decimal (mis. 192.168.10.15) |
| Sifat | Connectionless, tanpa ACK di L3 |
Lapisan Network
Lapisan Network menangani routing dan Quality of Service (QoS). Karakteristik IP:
- Connectionless — tidak ada pembangunan koneksi maupun acknowledgment pada Layer 3 (keandalan diserahkan ke Layer 4/TCP).
- Protokol Layer 3 lain: ICMP (dipakai
pingdantraceroute) dan IPsec.
Header IP
| Field | Ukuran | Fungsi |
|---|---|---|
| Version | 4 bit | Versi IP (4) |
| Header Length | 4 bit | Panjang header |
| Type of Service | 8 bit | QoS / prioritas |
| Total Length | 16 bit | Panjang total paket (byte) |
| Identification | 16 bit | ID untuk fragmentasi |
| Flags | 3 bit | Kontrol fragmentasi |
| Fragment Offset | 13 bit | Posisi fragmen |
| Time to Live (TTL) | 8 bit | Batas hop; dikurangi tiap router, mencegah loop tak berujung |
| Protocol | 8 bit | Protokol payload (TCP=6, UDP=17, ICMP=1) |
| Header Checksum | 16 bit | Deteksi error header |
| Source IP Address | 32 bit | Alamat pengirim |
| Destination IP Address | 32 bit | Alamat tujuan |
| Options | 0–40 byte | Opsi tambahan (jika ada) |
Tipe lalu lintas IP
| Tipe | Tujuan |
|---|---|
| Unicast | Satu host tujuan tunggal |
| Broadcast | Semua host di subnet (tidak diteruskan oleh router) |
| Multicast | Sekelompok host yang "berlangganan" |
Pengalamatan IP sebagai logical addressing
Pengalamatan IP adalah skema logical addressing di Layer 3 yang dipakai untuk membagi jaringan besar menjadi subnet yang lebih kecil — meningkatkan performa, keamanan, dan kemudahan troubleshooting. Sebaliknya, MAC address (Layer 2) adalah skema datar (flat) tanpa pemisahan logis antar jaringan; pemisahan dilakukan di Layer 3.
Struktur alamat IPv4
Sebuah alamat IPv4 panjangnya 32 bit, ditulis sebagai 4 oktet dalam format dotted decimal (mis. 192.168.10.15). Tiap oktet panjangnya 8 bit (4 × 8 = 32) dan bernilai 0–255.
Nilai bit dalam satu oktet:
128 64 32 16 8 4 2 1
Konversi desimal ke biner
Metode pengurangan: untuk tiap kolom dari kiri (128) ke kanan (1), jika nilai kolom ≤ sisa angka, tulis 1 dan kurangi; jika tidak, tulis 0.
Contoh: oktet pertama 192 → 192 − 128 = 64, lalu 64 − 64 = 0 → 11000000.
Alamat lengkap:
192.168.10.15 = 11000000.10101000.00001010.00001111
Static vs DHCP
- Statis — IP diatur manual, biasanya pada server, printer, dan perangkat jaringan (router, switch).
- Otomatis — IP diberikan lewat DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), biasanya pada komputer desktop.
Subnet mask
Subnet mask membagi alamat IP menjadi network portion dan host portion, dan menentukan di mana batasnya. Mask juga panjangnya 32 bit dan ditulis dalam dotted decimal atau slash notation.
- Bit
1pada mask = bit tersebut bagian dari network address. - Bit
0pada mask = bit tersebut bagian dari host address.
Operasi ini disebut "masking" dan secara teknis adalah operasi bitwise AND antara IP dan mask. Untuk contoh 192.168.10.15 / 255.255.255.0: network portion = 192.168.10, host portion = .15.
Aturan validitas: mask selalu diawali deretan bit 1 yang kontigu (berurutan) dari kiri. Contoh 11111111.11110000.00000000.00000000 valid; 11101101.11110000.11100000.00001111 tidak.
Same subnet atau routed
Host menggunakan mask untuk memutuskan cara mengirim:
- Jika network portion tujuan sama dengan miliknya → tujuan ada di subnet yang sama → kirim langsung lewat switch (Layer 2).
- Jika berbeda → tujuan ada di subnet lain → kirim ke default gateway (router) untuk diteruskan.
Contoh: host 192.168.10.15/24 ke 192.168.10.20 = same subnet (kirim langsung); ke 192.168.11.20 = beda subnet (lewat router). Pemeriksaan ini setara dengan (IP_A AND mask) == (IP_B AND mask).
Alamat khusus dalam subnet
Dua alamat di tiap subnet dicadangkan dan tidak boleh diberikan ke host:
| Alamat | Bit host | Keterangan |
|---|---|---|
| Network address | semua 0 |
192.168.10.0 — "nama" subnet
|
| Broadcast address | semua 1 |
192.168.10.255 — ke semua host di subnet
|
| Host usable | selain di atas | 192.168.10.1 – 192.168.10.254
|
Jumlah host usable = 2(bit host) − 2. Untuk /24: 2⁸ − 2 = 254.
Setiap host portion harus unik dalam subnet; dua host dengan IP sama menyebabkan konflik (duplicate IP) sehingga jaringan tidak tahu ke mana mengirim. Host tidak harus diberi nomor berurutan.
Slash notation (CIDR)
Karena mask selalu berupa bit 1 kontigu dari kiri (1–32 bit), ia bisa ditulis ringkas sebagai slash notation (CIDR) — lebih praktis untuk diagram dan percakapan.
Contoh:
192.168.10.15 255.255.255.0=192.168.10.15/24; network address =192.168.10.0/24.10.10.10.15 255.0.0.0=10.10.10.15/8; network address =10.0.0.0/8.
Tabel referensi CIDR
| Prefix | Subnet mask | Host usable |
|---|---|---|
| /8 | 255.0.0.0 | 16.777.214 |
| /16 | 255.255.0.0 | 65.534 |
| /24 | 255.255.255.0 | 254 |
| /25 | 255.255.255.128 | 126 |
| /26 | 255.255.255.192 | 62 |
| /27 | 255.255.255.224 | 30 |
| /28 | 255.255.255.240 | 14 |
| /29 | 255.255.255.248 | 6 |
| /30 | 255.255.255.252 | 2 |
Catatan: /31 (RFC 3021) dipakai untuk link point-to-point dengan 2 alamat tanpa broadcast, dan /32 menandai satu host tunggal (host route).