Jump to content

Cara install Arch Linux: Difference between revisions

From Haidhi Wiki
Created page with "Menginstall Arch Linux cukup menantang karena kita tidak disediakan GUI dan cuma dimodalkan command line saja. Semuanya serba manual dari persiapan Hard disk/SSD, install bootloader, driver, dll. Tapi walaupun susah justru ini juga merupakan keunggulan Arch Linux karena kita bisa meminimalisir bloatware yang mungkin jadi kelemahan Ubuntu (?) Pertama-tama silahkan download ISO Arch dari https://archlinux.org/download/ Di tulisan ini saya asumsikan kita semua sudah pakai..."
 
No edit summary
Line 29: Line 29:
</syntaxhighlight>
</syntaxhighlight>


setelah menjalankan command di atas kalian akan masuk ke console fdsik untuk atur partisi.
setelah menjalankan command di atas kalian akan masuk ke console fdisk untuk atur partisi.
berikut adalah command umum di fdisk:
berikut adalah command umum di fdisk:



Revision as of 02:03, 5 April 2025

Menginstall Arch Linux cukup menantang karena kita tidak disediakan GUI dan cuma dimodalkan command line saja. Semuanya serba manual dari persiapan Hard disk/SSD, install bootloader, driver, dll. Tapi walaupun susah justru ini juga merupakan keunggulan Arch Linux karena kita bisa meminimalisir bloatware yang mungkin jadi kelemahan Ubuntu (?)

Pertama-tama silahkan download ISO Arch dari https://archlinux.org/download/

Di tulisan ini saya asumsikan kita semua sudah pakai UEFI sebagai ganti dari BIOS yang lebih moderen. cara cek apakah kalian memakai BIOS atau UEFI adalah dengan menjalankan command

$ ls /sys/firmware/efi

Instalasi Awal

Set console dan keyboard layout

$ localectl list-keymaps 	          # liat list keymaps
$ loadkeys en 			              # set ke English

Connect Internet

$ ip link 				        # make sure ada interface
$ ip link set <INTERFACE> up
$ rfkill				        # kalau pake wifi

Disk Partitioning

$ fdisk -l    	       # List disk. Umumnya namanya /dev/sda, /dev/nvme0n1 atau /dev/mmcblk0
$ fdisk /nama/disk/    # contoh: fdisk /dev/sda

setelah menjalankan command di atas kalian akan masuk ke console fdisk untuk atur partisi. berikut adalah command umum di fdisk:

  • Buat partisi baru (tekan n)
  • Pilih primary partition (tekan p).
  • Pilih nomor partisi (biasanya 1,2,3 dst).
  • Tekan Enter untuk menggunakan default sektor awal.
  • Masukkan ukuran partisi, misalnya:
    • +512M untuk partisi boot (jika perlu).
    • +20G untuk root (/).
  • Sisanya bisa digunakan untuk swap atau home.

berikut adalah command lengkap untuk membuat partisi untuk swap, boot, dan root

# Membuat partisi untuk boot (EFI)
n
p
Enter partition number: 1
Set First Sector (enter untuk default
Set Last Sector: +500M (500MB)
# Tandai sebagai EFI
t
masukan 1 (partition number)
masukan ef untuk EFI

# Membuat partisi Swap
n
p
Enter partition number: 2
Set First Sector (enter untuk default).
Set Last Sector: +1G (1GB)
# Tandai sebagai swap
t
masukan 2 (partition number)
masukan 82 untuk linux swap


# Membuat partisi Root
n
p
Enter partition number: 3
Set First Sector (enter untuk default).
Set Last Sector: (langsung enter untuk menggunakan sisa disk)
# Tandai sebagai bootable
a
masukan 3 (partition number)

# Print partition table
p

Hasilnya kira-kira:
Device       Boot   Start       End   Sectors   Size Id Type
/dev/sda1    *      2048    1050623   1048576   500M ef EFI (FAT-12/16/32)
/dev/sda2          1050624  17825791  16777216   8G  82 Linux swap
/dev/sda3          17825792 <end>    <remaining size> 83 Linux

# save dan exit
w

Setelah partisinya terbentuk, kita perlu format setiap partisinya

$ mkfs.fat -F 32 /dev/efi_system_partition
$ mkfs.ext4 /dev/root_partition 
$ mkswap /dev/swap_partition

# Mount 
$ mount /dev/root_partition /mnt 
$ mount --mkdir /dev/efi_system_partition /mnt/boot

Instalasi Base Arch

command ini lengkap untuk setting keyboard, zona waktu, dan archnya itu sendiri

$ pacstrap -K /mnt base linux linux-firmware
$ genfstab -U /mnt >> /mnt/etc/fstab
$ arch-chroot /mnt
$ ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
$ pacman -S nano
$ nano /etc/locale.gen   # uncomment en_US.UTF-8 UTF-8
$ locale-gen
$ echo "LANG=en_US.UTF-8" > /etc/locale.conf
$ echo "KEYMAP=us" > /etc/vconsole.conf
$ echo "<NAMA ANDA>" > /etc/hostname

$ systemctl enable systemd-networkd
$ systemctl enable systemd-resolved
$ pacman -S iwd
$ systemctl enable iwd

# Setting password root
$ passwd

Install Bootloader (GRUB)

$ grub-install --target=x86_64-efi --efi-directory=/boot --bootloader-id=GRUB
$ grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Instalasi awal selesai. Setelah itu kita bisa add user, install sudo, dan Desktop Environtment.

Post Installation

Tambah user dan install sudo

$ pacman -S sudo
$ EDITOR=nano visudo # Uncomment %wheel ALL=(ALL:ALL) ALL

$ useradd -m -G wheel -s /bin/bash <USERNAME>
$ passwd <USERNAME>